Awas Dukun Penipu
Saya pernah terjebak dengan namanya pesugihan.. karna pengen cepat kaya saya mendatangi seorang dukun..dan dia menawarkan jasa jual musuh lewat ritual ghoib..saya diharuskan menyediakan sejumlah uang untuk sesajen..dan saya pun dibawa olehnya ke tempat pesugihan di temanggung jawa tengah...saya dijanjikan mendapatkan sejumlah uang dalam waktu 15 hari..saya tunggu tapi tak kunjung tiba sampei hari ini sudah 3 tahun...maka hati2lah dengan dukun tersebut....
nama : Hidayat warga kampung legok picung ( cibeureum ) desa salawangi kec. sukaraja kab. sukabumi....waspadalah...waspadalah...karena kejahatan bukan hanya ada niat pelakunya tapi juga karena adanya kesempatan.....
nama : Hidayat warga kampung legok picung ( cibeureum ) desa salawangi kec. sukaraja kab. sukabumi....waspadalah...waspadalah...karena kejahatan bukan hanya ada niat pelakunya tapi juga karena adanya kesempatan.....
Awas Penipuan "Pesugihan Al-Fatihah"
06:45 | Diposkan oleh
Admin
Baru baru ini team situslakalaka mendapatkan sebuah email dari seseorang yang mengaku menjadi korban penipuan dari iklan "PESUGIHAN AL FATIHAH". Sebelumnya kami juga mendapat komplain dari beberapa pembaca situslakalaka yang terganggu dengan iklan pesugihan al fatihah yang ada dalam iklan kliksaya.com. Bahkan penah ada seseorang yang menanyakan kebenaran pesugihan tersebut pada team kami.
Kami mohon maaf yang sebesar besarnya jika ada korban penipuan pesugihan al fatihah tersebut yang tertipu lewat iklan kliksaya.com yang ada dihalaman situslakalaka. Bukan kami sengaja menempatkan iklan tersebut di halaman situslakalaka, tetapi karena kami belum tahu cara memfilter iklan yang ada pada penyedia iklan KLIKSAYA.COM.
Dan kembali team situslakalaka sampaikan, bahwa JANGAN PERNAH PERCAYA pada iklan apapun yang menggunakan cara cara instan dan tak masuk akal untuk menjadi kaya yang ada pada kebanyakan situs penyedia iklan, meskipun dikemas dengan kata ISLAMI atau dengan mencantumkan bukti mutasi rekening untuk meyakinkan calon korbannya (baca: Jangan Percaya Bukti Mutasi Rekening). Berikut isi email yang kami terima perihal penipuan Pesugihan Alfatihah yang situs resminya beralamat di SINI:
Saya Soelistyo Widodo, asal Surabaya, Jawa Timur pada tgl 9 Mei 2011 saya transfer 1.000.000,- ke rek BCA pengelola an. Aditya Nandiasa Adenan no. rek. 545 009 9726. (Bukti transfer di attcmnt)
Setelah konfirmasi mengikuti program, saya dijanjikan dikabari rabu, 11 Mei 2011 sore.
Selasa, 10 Mei 2011 saya dikabari bahwa ritual yang diadakan pengelola tidak bisa dilaksanakan, kecuali harus berkorban 9 ekor kambing plus ongkos jagalnya, total bersih harus transfer lagi Rp.9.000.000,- dan diberi option TERUS atau MUNDUR.
Saya nego agar biaya tsb bisa ditalangi, ntar dipotong atau begitu uang ritual masuk rekening,akan langsung dibayar via transfer.
Pengelola menjawab tegas tidak bisa ditalangi , dan saya putuskan mundur.
Pengelola menjawab, dan mengkonfirmasi saya telah mundur dan akan memberitahukan ke bagian keuangan.
Hari Rabu11 Mei 2011 saya sms dua kali tiap hari sampai hari ini Kamis 19 Mei 2011 tentang pengembalian uang, tetapi tidak pernah dibalas. Saya email, di pesugihan.alfatihah@gmail.com juga tidak dibalas.
Di website pengelola mengatas namakan Rumah Dakwah Al Fatihah (RDA) Jl Blang Bintang Lama no.129 Banda Aceh. Saya cek di GoogleMap. alamat tersebut kurang begitu jelas.
Telp pengelola No Nama Pengurus : 085863127319
Akhirnya, saya pastikan saya sudah jadi korban penipuan.
Jika ada pembaca yang pernah merasa tertipu dengan bisnis ini jangan pernah sungkan untuk mengungkapkannya di kotak komentar disquss atau facebook, karena sepanjang penelusuran kami di mesin pencari sudah cukup banyak orang yang pernah melacaknya dengan kata kunci "penipuan pesugihan al fatihah". Bila ada SECUIL IMAN dihati pembaca situslakalaka, silahkan dishare via facebook untuk menghindarkan saudara kita yang lain dari penipuan jenis ini.
Anda percaya atau tidak, Kerusakan Bangsa ini terjadi karena kebanyakan dari kita lebih banyak berkoar untuk Selalu Berbuat kebaikan di setiap Forum, tetapi Lupa untuk Mencegah Kejahatan. Anda menanam Padi dengan amat sangat rajinnya tetapi anda tidak peduli, bahkan membiarkan rumput tumbuh dengan subur.
Sumber :
http://situslakalaka.blogspot.com/2011/05/awas-penipuan-iklan-pesugihan-al.html
Buto Ijo
07:17 | Diposkan oleh
Admin
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">

Jenis makhluk halus ini biasa dimintai bantuan oleh para dukun dan paranormal untuk mempercepat mendatangkan uang dan kekayaan materi dengan hebat.
Saat kita bernegosiasi bisnis, mereka akan menggedor hati lawan bisnis untuk menyerahkan pada kita. Saat kita berjualan rumah, mobil dst mereka akan membantu kita mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Saat kita berjualan, maka pembeli akan dirayu buto ijo untuk membeli di di tempat kita. Tidak ke tempat penjual lain. Buto ijo bisa Anda temukan di bank-bank. Buto ijo adalah satpam gaib yang setia menunggui lembaga keuangan agar terbebas dari pencurian tuyul.
Namun sayangnya sebagaimana yang terjadi saat kita bermufakat dan meminta sesuatu dengan jenis makhluk halus apapun maka mereka akan minta tumbal atau imbalan baik yang ringan maupun yang berat. Begitu juga dengan buto ijo, apabila kita sudah meminta bantuan maka mereka akan meminta imbalan baik berupa sesajen atau nyawa. Ya, di alam gaib pun tidak ada sesuatu yang gratis. Mereka akan bertransaksi dengan kita. Persis dunia bisnis era sekarang.
Saya sama sekali tidak menyarankan Anda untuk berhubungan dengan Buto Ijo karena kebanyakan mereka memiliki watak yang brangasan, ngawur dan tidak terkontrol. Tapi bila Anda sekedar ingin membuktikan apa dan bagaimana kehidupan mereka dan cara mencari informasi langsung dengan bercakap-cakap dengannya, atau ingin membuktikan bahwa dunia gaib itu benar-benar ada untuk mendukung kepercayaan pada Gusti Allah SWT, maka amalannya sebagai berikut:
Sesajen yang perlu disiapkan: kembang setaman, menyan arab, dupa cina (sebelas biji) dinyalakan sambil baca mantra berulang-ulang sampai buto ijo datang, ayam kampung (tujuh ekor), air putih di kendi, wewangian lain, madat yang mahal. Semuanya diletakkan di nampan anyaman bambu tradisional dan diletakkan di tempat beradanya buto ijo. Mantra yang biasa dibacakan:
Hong ilaheng prayoga naniro,Aku si komo dadiaku teko ngajak dulurku si komo wurung,mayan-mayanku,bukakno plawangan gaibe...
sedulurku den baguse kaki Buto Ijo lan den ayune nini Buto Ijo,Hu..hu..hu..hurip,jud maujudo ono ngarsaku heh dulurku,tak jaluk mreneyo,jabang bayiku...
duwe perlu marang sliramu,
siro teko-o,wujuto gage memoni aku…
Sesaat kemudian menunggu, Buto Ijo akan datang dan memakan sesajen yang kita siapkan. Lalu, setelah kenyang mereka akan siap ngobrol atau melayani apapun permintaan kita.
Cara Gampang Datangkan uang Gaib
07:16 | Diposkan oleh
Admin
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">

Memang, tak mudah menjawab pertanyaan tersebut, terlebih ketika kita menganalisis masalah uang gaib ini dari sudut logika. Tentu yang ada hanya kebuntuan belaka. Bagaimana mungkin ada tumpukan uang di alam nun jauh di seberang sana? Lalu, siapa yang memilikinya, dan bagaimana uang tersebut bisa tersedia? Yang paling membingungkan, dengan cara seperti apa uang itu bisa dihadirkan ke dunia nyata?
Semua pertanyaan tersebut bisa membuat kita pusing tujuh keliling memikirkannya. Jangankan mencari jawabannya, untuk membayangkannya saja bisa membuat kita senewen.
Namun, kesenewenan itu juga yang membuat fenomena ini selalu menyedot perhatian. Terlebih di zaman krisis ekonomi seperti sekarang ini. Buktinya, ketika Misteri memuat artikel tentang Ritual Mendatangkan Uang di Bawah Sajadah, maka staf redaksi kami kewalahan menjawab telepon, belum lagi faks dan email. Semua pertanyaan dan surat yang masuk bernada sama dan sebangun, yakni: “Benarkah ritual tersebut bisa dibuktikan?”
Tentu, kami tidak dapat menjawab “benar” atau “tidak.” Namanya saja hal gaib, pasti tak mudah diberi label “benar” atau “tidak” bila kita belum membuktikannya sendiri, atau setidaknya pernah mendengar kesaksian dari seseorang yang pernah membuktikannya. Sinyalemen terakhir ini, setidaknya cukup menjadi alasan bagi Misteri bahwa ritual tersebut sangat mungkin kebenarannya, namun sudah tentu dengan sederet catatan-catatan.
Deretan catatan tersebut berhubungan dengan si pelaku ritual, juga ketentuan dari ritual dimaksud. Dari sisi si pelaku, tentu dia harus sungguh-sungguh, ikhlas, dan istikomah dalam menjalankan ritualnya. Sementara dari sisi ketentuan ritual, jelas berhubungan dengan aneka macam persyaratan, seperti tempat, saat mustajabah, juga berbagai sesaji yang dibutuhkan. Kalau kedua hal ini dapat terpenuhi dengan baik, maka berdasarkan pengalaman dari sejumlah kesaksian, sudah barang tentu ritual akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Memang, tak mudah membuktikan kebenaran di balik ritual mendatangkan uang ini. Ibaratnya, dari seribu orang yang melakukan ritual, barangkali hanya satu orang yang bisa membuktikan kebenarannya. Orang yang berhasil ini bukan semata-mata karena dia menjalankan ritual dengan benar, tapi sangat mungkin karena ada kriteria lain yang menjadi sebab pendorong keberhasilannya. Misalnya saja, orang ini memang memiliki alasan untuk melakukan ritual tersebut karena dia sangat membutuhkan uang untuk membayar utang, atau mencari biaya untuk pengobatan orang tuanya yang sakit keras. Karena jalan lahiriyah sudah buntu, maka jalan batiniah dipilihnya. Dengan sebab ini maka dia memiliki sugesti yang sangat kuat untuk bisa berhasil. Auto power sugesti ini merupakan modal yang sangat kuat baginya untuk berhasil, disamping dengan dukungan kesungguhan dan keikhlasannya dalam melakukan ritual.
Para Ulama Sufi dan Ahli Hikmah memang berkeyakinan bahwa ritual mendatangkan uang gaib ini tidak bisa digunakan untuk tujuan “main-main”. Maksudnya, siapapun yang ingin melakukan ritual ini harus benar-benar memiliki alasan yang kuat dan tepat, bukan hanya dengan maksud ingin mencoba-coba.
“Kalau dilakukan hanya dengan mencoba-coba, maka saya jamin ritual akan gagal!” ungkap Prayoga Gemilang, yang pernah membikin heboh dengan diktat gaibnya tentang upaya mendatangkan uang gaib. Menurutnya, hanya orang yang sungguh-sungguh terdesak oleh suatu kebutuhan, seperti harus segera membayar utang karena nyawanya terancam, yang bisa membuktikan keampuhan ritual ini.
Hal senada juga dikatakan oleh Saipudin. Menurut paranormal muda yang juga pakar Ilmu Hikmah ini, banyak orang yang tergoda melakukan perburuan uang gaib atau melakukan ritual mendatangkan uang gaib, tanpa mengerti esensi yang sebenarnya dari ritual ini. Dia mengatakan, para pelaku ritual umumnya memang mengerjakannya dengan setengah hati, karena di awal mereka sesungguhnya sudah merasa ragu. Keraguan ini sangat mungkin terjadi karena pelaku tidak memiliki modal sugesti yang kuat.
“Padahal, sugesti itu modal utama dalam ritual apa saja, sebab sugestilah yang menuntun ke arah keberhasilan. Walaupun ritualnya ampuh, kalau sugesti pelakunya lemah, maka besar kemungkinan tidak bisa menunjang keberhasilan. Atau, kalaupun berhasil tentu tidak memuaskan,” papar Saipudin, menegaskan.
Untuk membuktikan kebenaran pendapat tersebut, marilah kita simak cerita yang dituturkan oleh Muhi Juhana, tentang seorang sahabatnya yang bernama Surya. Sahabatnya ini, adalah seorang yang melakukan ritual peminjaman uang gaib…:
Ketika ditemui di rumahnya, Surya dengan gamblang menjelaskan bahwa apa yang disebut sebagai Bank Gaib itu memang benar-benar ada.
Dipaparkan oleh Surya, walau dia gagal dalam ritual tersebut, tetapi dia telah mencoba melakukan ritual yang sebenarnya tidak memerlukan biaya besar. Cukup tiga batang lilin merah yang sebelumnya telah diisi oleh seorang Kyai, wewangian dan membakar madat, serta berpakaian bersih saat melakukan ritual.
Sudah barang tentu, sebelumnya Surya diwajibkan untuk melakukan puasa mutih selama tiga hari tiga malam, yang dimulai pada hari Selasa. Tepatnya mulai Selasa, Rabu dan Kamis.
Malam Jum’atnya, dia tidak tidur sama sekali. Ketiga lilin merah itu dibakar dan diletakkan berjajar. Tak lupa Surya juga memakai wewangian dan membakar madat serta membaca amalan tertentu untuk mengundang khodam yang akan mengantarkan uang kepadanya.
Sebelumnya, sang Kyai berpesan kepada Surya, “Ingat, jangan sekali-kali membuka pintu jika terdengar ada yang mengetuk dari luar. Biarkan khodamnya masuk ke kamarmu sambil membawa uangnya!”
Ringkas cerita, saat Surya melakukan ritual di kamar khususnya malam itu, sementara isterinya membantunya dengan melakukan wiridan di kamar yang berbeda, sesuatu yang aneh memang terjadi. Sekitar pukul 02.30 WIB, lamat-lamat terdengar suara derap kaki kuda yang menghela kereta berhenti tepat di depan rumahnya. Dan tak lama kemudian, terdengar gedoran keras pada pintu depan rumah.
Mendengar gedoran yang keras tidak alang kepalang, dengan serta merta Surya pun bangkit karena jengkel. Dia lupa akan pesan sang Kyai. Dan ketika daun pntu dibukanya, dia tak melihat siapa pun. Yang ada hanyalah kegelapan malam. Ketika sadar, Surya pun menyesal. Dia telah melanggar pantangan. Dan uang yang amat diharapkan tidaklah didapatkan
Isteri Surya memberi kesaksian, “Saya melihat dengan jelas seolah tidak ada penghalang tembok sama sekali. Di luar sana, tampak ada seorang wanita cantik turun dari kereta kencana sambil membawa bungkusan yang digendong di belakang dengan kain. Mirip pedagang kain. Dan perempuan itu langsung saja menggedor pintu depan.”
Demikian kisah Muhi Juhana tentang sahabatnnya yang bernama Surya. Pengalaman Surya jelas telah membuktikan betapa Bank Gaib itu benar adanya. Sudah tentu, jika kita mau menjalani ritualnya dengan tulus, tekun dan sabar, maka kita akan mendapatkan uang yang kita harapkan. Namun, seperti yang disinggung Saipudin, kebanyakan orang yang melakukan ritual ini memang setengah hati. Maksudnya, kurang khusyuk dan tidak memiliki modal sugesti yang kuat.
***
Masih ada kisah lain yang tak kalah menawan. Beberapa tahun silam, Misteri mempunyai sahabat bernama dr. Kadarisman yang waktu itu tinggal di dearah Rawamung, Jakarta Timur. Dokter spesialis mata ini dikenal sebagai orang yang zuhud dalam menjalankan agamanya. Sejak masih kanak-kanak sampai kuliah, dia selalu tekun bangun di tengah malam dan sholat Tahajjud.
Sampai suatu ketika saat Kadarisman masih kuliah di Fakultas Kedokteran UI, dia terdesak uang untuk biaya ujian praktek. Jumlahnya waktu itu lumayan besar. Sebagai anak yatim yang sudah mandiri sejak kecil, Kadarisman tentu tidak bisa berharap kiriman uang dari keluarganya.
Di tengah kebingungan itu, Kadarisman bertemu orang tua yang sangat zuhud. Dari orang tua inilah dia memperoleh sebuah ritual yang diperuntukkan sebagai usaha menghadirkan uang dari alam gaib. Dengan kezuhudan dan ketakwaannya, Kadarisman lalu menjalankan ritual yang diperolehnya. Tiga hari menjalankan ritual dimaksud, hasilnya sungguh sangat menakjubkan. Suatu pagi, ketika Kadarisman ingin berganti pakaian, maka di bawah tumpukan pakaiannya terdapat uang kertas yang masih serba baru. Aneh bin ajaib! Jumlahnya sama persis dengan kebutuhannya untuk membayar uang ujian….
Demikianlah kisah menawan yang dialami oleh dr. Kadarisman, sahabat Misteri yang budiman. Menyimak kisah tersebut, maka jelas sekali bahwa uang gaib itu memang ada, tanpa kita perlu menanyakan di mana keberadaannya, sebab masalah gaib itu memang tak pernah bisa terjawab dengan tuntas.
Ditegaskan oleh Saipudin, perkara uang gaib ini sebenarnya tak perlu dipertentangkan lagi. Dalam beberapa kitab Ilmu Hikmah, memang terdapat petunjuk-petunjuk ritual untuk mendatangkan uang dari alam gaib.
“Kalau ritualnya ada, maka secara logika uang gaib itu bisa dinyatakan benar keberadaannya. Karena itu, menurut hemat saya hal ini sudah bukan fenomena lagi, tapi merupakan fakta,” tegas Saipudin. Untuk mendukung tesisnya tersebut, dia membeberkan sebuah ritual untuk menghadirkan uang dari alam gaib. Disebutkan olehnya, ritual rahasia ini diperolehnya dari ijazah seorang ulama sufi terkenal di Banten. Berikut ini paparan lengkapnya:
- Untuk melakukan ritual ini, maka carilah bulan yang awal harinya dimulai dengan hari Sabtu. Jadi, ritual ini dimulai pada hari Sabtu, persis di awal bulan (bulan apa saja), dengan tidak mengkonsumsi makanan yang bernyawa dan apa saja yang berasal darinya.
- Setiap hari membaca “YA KARIIM YA ROHIIM” sebanyak-banyaknya. Khusus setelah sholat fardhu “YA KARIIM YA ROHIIM” dibaca sebanyak 1000, setelah itu membaca doa berikut ini sebanyak 7 kali: “ALLAAHUMMA AS’ALUKA BIBUUKOOLIIMA SYUUNAAHIILA YA SYAHRIINA AS’ALUKA BIHURMATI KASYAHIILA BARDIIMA BAHROO’IILA AJAAJIILA AZAASIILA WA AS’ALUKA BIHURMATI JIBRIIL WA MIIKAA’IIL WA ISROOFIIL WA IZROO’IIL WA BIHURMATI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SOLLALLAAHU ALAIHI WA SALLAMA WA BIHAKKI YAA KARIIM YAA ROHIIM ANTARZUKONII KULLA YAUMIN DIINAARON ASTA’IINA BIHII ALAA KUUTII WAL HAJI ILA BAITILLAH ALHAROOM.”
- Pada minggu kedua dalam rangkaian ritual Anda tetap tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang bernyawa, atau segala sesuatu yang berasal daripadanya, dan diharuskan tetap menjalankan ritual seperti yang dijelaskan di atas. Kemudian pada tanggal 12,14, dan 15 berpuasalah. Namun, buka dan malam harinya tidak boleh mengkonsumsi makanan yang bernyawa serta segala sesuatu yang berasal daripadanya.
- Bila ritual yang Anda jalankan masih terus berlangsung sampai malam Jum’atnya (malam terakhir dari ritual Anda), maka Anda harus mandi jinabat kemudian mengenakan pakaian yang bersih dan memakai wewangian, seperti minyak misik atau zafaron. Pada tengah malam pas pukul 00.00, Anda harus menunaikan sholat Isya. Kemudian setelah sholat Isya bacalan amalan-amalan berikut ini: SUBHANALLAH 33X, ALHAMDULILLAH 33X, LA ILAHA ILLALAAH 33X, ALLAHU AKBAR 33X, ALLAAHUMMA SOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD 1000X, YA KARIIM YA ROHIIM 1000X, ALLAAHUMMA SOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALIHI WA SOHBIHI WA SALLIM ASSOLAATU ALA ROSUULILLAH SOLLALLAAHU ALAIHI WA SALLAMA 1X, AYAT KURSYI 3X, AL IKHLAS 3X, AL FALAQ 1X, ANNAS 1X, ALLAAHUMMA AATIHIL WASIILAH WAL FADIILLAH WADDAROJAH ARROFII’AH WAB’ATSHU WAL MAKOOMAL MAHMUUDAL LADZII WA’ATTAH WA AURONAA HAUDOHO WASKINAA MIN YADIHI SYARBATAN LA NATMA’ANNA BA’DAHA ABADAN 1X. Ingat, sewaktu mewridzkan semua amalan di atas jangan sampai tertidur, sebab jika tertidur bisa gagal total.
- Sampai di sini ritual yang Anda jalankan selesai, tinggal menunggu waktu sholat Subuh tiba. Sekali lagi ingat, selama menunggu datangnya waktu sholat Subuh tidak boleh tertidur barang sekejappun sebab bisa gagal. Lalu, sesudah sholat Subuh bacalah solawat sebanyak-banyaknya hingga Anda benar-benar diliputi oleh rasa kantuk yang sangat hebat hingga Anda tertidur karenanya. Maka ketika Anda tertidur itulah khodam amalan ini akan datang dan bertanya, “Hai hamba Allah, apakah Anda menghendaki harta benda atau akhirat?” Maka jawablah, “Saya menghendaki harta benda, tetapi saya meminta pertolongan akhirat.” Maka khodam tersebut akan memberikan dua keping mata uang Dinar kepada Anda, dan berpesan kepada Anda agar setiap Jum’at melakukan ziarah kubur, mandi jinabat, dan membaca: “YA KARIIM YA ROHIIM”
“Setelah menjalani ritual tersebut dengan sempurna, Insya Allah setiap hari Anda akan mendapatkan uang sesuai yang Anda butuhkan, di bawah bantal yang Anda tiduri. Dengan catatan Anda harus merahasiakan keajaiban ini kepada siapapun. Bila Anda membuka rahasia ini, maka kiriman uang gaib tersebut akan terhenti dengan sendirinya,” urai Saipudin, mempertegas amalan ritual yang dibeberkannya.
Muhammad Syahri, salah seorang saksi yang pernah menjalankan ritual tersebut mengaku telah mengalami kegagalan dengan sebab yang sangat sepele. Ceritanya, sahabat dekat Saipudin ini melakukan ritual di rumah kontrakannya di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Gara-gara hal ini, si khodam penunggu wiridan marah, sebab katanya dia diundang bukan di tempat yang telah menjadi hak milik dari si pengundangnya, padahal pemilik tempat belum tentu meridhoinya. Yang dimaksud adalah rumah yang digunakan Syahri bukan milik pribadinya, dan pemilik rumah belum tentu merasa senang dengan perbuatannya.
“Khodam yang menjelma sebagai pria berjubah hijau itu malah menyuruh saya untuk mengulangi undangan atas dirinya, dan harus dilakukan di tempat yang sudah menjadi hak saya. Terus terang, saya kecewa. Tapi saya bangga dengan pengalaman langka ini,” aku Syahri saat dimintai kesaksiannya oleh Misteri.
Saipudin menambahkan, jangan gampang putus asa kalau ternyata setelah melakukan ritual tersebut ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Maksudnya, si pelaku ritual tidak menemukan uang di bawah bantalnya. “Sangat mungkin khodam itu memberikannya dengan cara lain. Misalkan saja memberikan kemujuran kepada Anda lewat proses kerja yang Anda lakukan. Istilahnya, mudah mendapat rejeki yang tidak disangka-sangka. Tapi semua ini tentu atas ridho Allah semata,” tandasnya.
Dengan menyimak uraian yang panjang lebar ini, masihkah kita harus meragukan bahwa yang namanya uang gaib, Bank Gaib, atau apapun istilahnya, hanya merupakan cerita isapan jempol semata? Akhirnya, terserah Anda menafsirkannya.
Cara Dapatkan Uang PESUGIHAN
07:15 | Diposkan oleh
Admin
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">

Pesugihan tanpa resiko apapun, tanpa tumbal, tidak mengambil rezeki anak cucu, tanpa melakukan ritual apapun...anda akan kaya-raya dengan memanfaatkan kesaktian pesugihan ini. Mahar sekian...mas kawin sekian... tidak melanggar ajaran agama, dll.....
Hanya orang GOBLOK saja yang mau mempercayai kebohongan besar seperti itu! Tapi gilanya, ternyata memang banyak orang goblok di Indonesia tercinta ini.
Mau bukti? Lihat saja iklan-iklan paranormal yang menjamur di berbagai media massa. Mulai dari iklan uang balik, bank ghaib, melipat gandakan uang, menambah uang di ATM, pesugihan bermacam-macam jenis, dll. Semua menjanjikan anda kaya raya tanpa resiko… Kalau tidak banyak orang yang berhasil mereka bodoh-bodohi, mana mungkin iklan mereka terus menerus terbit.
Mau kaya-raya uang banyak tapi tidak mau bekerja, mau kaya-raya tapi tidak mau menanggung resiko….mana mungkin!?! Kami beritahu anda, kaya-raya tanpa harus bekerja apapun itu memang benar ada, tetapi tanpa resiko? itu BOHONG BESAR!
Semua harta kekayaan yang didapat dengan cara instant begitu semua mengandung resiko! Resiko terkecil yang bisa anda pikirkan ialah dosa. Semakin besar kekayaan yang anda inginkan, semakin besar pula resiko yang harus anda pikul. Nah, sekarang tergantung anda…apakah anda type orang yang sanggup menanggung resiko? Menanggung dosa? Bila ya… silahkan terus membaca.
Resiko yang akan anda hadapi yang terkecil adalah dosa.…silahkan saja anda menafsirkan perkataan itu sendiri. Kami tidak akan menutup-nutupi dengan mengatakan: “Oh, itu tidak merupakan dosa, tidak melanggar aturan agama manapun, bukan merupakan syirik, dll, dll.”
Pesugihan selalu ada tumbal nya!
Tumbal seperti apa? tumbal nyawa? Pasti!…. nyawa apa atau siapa? Nah….ini tergantung…. tergantung berapa besar kekayaan yang anda inginkan. Mulai dari nyawa seekor kambing bila anda menginginkan kekayaan seperti seorang pedagang grosiran pasar yang sukses atau seekor kerbau bila anda menginginkan kekayaan seperti seorang pemilik show room mobil mewah atau seorang manusia bila anda menginginkan kekayaan seperti layaknya seorang pemilik pabrik besar….atau nyawa anda sendiri bila anda menginginkan kekayaan seperti seorang konglomerat.
Nah...apa pilihan anda? ingin kaya seperti yang mana? Atau....anda mulai jadi takutkah...?
Kami beritahu anda, yang dimaksudkan dengan tumbal nyawa manusia di atas bukanlah seperti gambaran yang ada dalam benak anda saat ini. Tidak akan ada orang yang akan mati…….tidak akan ada orang yang harus mati dicekik setan atau dimakan raksasa dalam proses “penumbalan” ini seperti yang anda sering tonton pada sinetron misteri di tv.
Mungkin pada aliran pesugihan lain hal tersebut bisa jadi ada benarnya terjadi, tetapi di sini - pada kami, hal itu tidak akan terjadi. Yang biasanya seperti itu adalah jika anda berurusan dengan mahluk-mahluk ghaib kelas rendahan yang maunya hanya memberi sedikit tetapi meminta banyak dari anda. Sudahlah menempuh kesukaran dan bahaya belum lagi keluarga/ anak bahkan diri anda sendiri bisa-bisa menjadi tumbal, sialnya anda tidak pula kaya-kaya amat...
Jadi jika saat ini anda sedang "ada urusan" dengan kelas rendahan seperti itu dan anda merasa tidak puas akan hasil yang anda dapatkan, silahkan mengikuti kami. Dijamin perjanjian anda terdahulu seketika batal (ikatan/ kontrak) berpindah dan silahkan menikmati hasil yang jauh lebih banyak dengan mengikuti kami. Resiko sama bahkan mungkin jauh lebih kecil, mengapa harus puas dengan yang sedikit? Seperti orang main judi, jangan main pada bandar kecil... ada kemungkinan anda menang tidak dibayar! Jadi jangan tanggung-tanggung, kepalang basah, mandilah sekalian!
Pesugihan Anak Dewa
Pesugihan jenis ini sampai saat ini merupakan jenis pesugihan yang terbaik. Terbaik bila dipandang dari sudut besarnya kekayaan yang pasti dihasilkannya dibandingkan dengan biaya dan resiko yang harus anda keluarkan/ jalani untuk mendapatkannya. Pesugihan jenis ini bernama Pesugihan Anak Dewa bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia. Ritual sex pesugihan Anak Dewa ini berasal dari ritual ilmu kekayaan Persia kuno. Anda tidak sedang berurusan dengan setan kecil tetapi dengan Dewa Besar penguasa harta kekayaan dunia. Anda tidak perlu tahu bagaimana cara dan asal-usulnya, yang perlu anda ketahui adalah banyak orang-orang kaya dan terkenal dunia memanfaatkan cara ini untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan besar.
Proses Awal dengan Ritual Sex
ritual sex pesugihanAwalnya akan terjadi "persetubuhan" antara anda dengan seorang perempuan yang bersedia mengandung benih anda (bila anda seorang lelaki), atau antara anda dengan seseorang pria yang bersedia memberikan benihnya pada anda (bila anda seorang wanita).
"Persetubuhan" ini setengah ghaib sifatnya, anda tidak harus benar-benar menyetubuhi atau disetubuhi oleh seseorang lain secara fisik. Bila anda seorang pria yang harus anda lakukan adalah melakukan (maaf) onani pada waktu yang telah kami tentukan. Dan bila anda wanita, anda harus melakukan (maaf) masturbasi pada waktu yang telah kami tentukan. Hanya itulah, sekali itu saja, tidak ada yang lain lagi.
Untuk pria, anda harus benar-benar ber-ejakulasi. Untuk wanita, anda tidak harus sampai orgasme. Yang penting anda “lakukan” saja dan khayalkan sesuatu yang mampu membuat anda terangsang hebat secara seksual. Asal “basah”, ya cukuplah.
Setelah hal itu anda lakukan maka benih anda dan benih pria/ wanita yang telah bercampur dan bersatu secara ghaib itu menjadi janin hidup Anak Dewa yang kelak akan menjadi "tumbal pengganti" dan dititipkan ke dalam rahim seorang perempuan yang bersedia menjadi “pengandung” sewaan untuk dibesarkan.
Kesaksian Pelaku Pesugihan
07:14 | Diposkan oleh
Admin
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">

ku mau cari pesugihan?
Untuk apa mas? Pengin terpandang sebagai orang kaya dimata masyarakat?. Anda salah besar. Ketika masyarakat tau anda menjalani pesugihan seketika itu pula nama anda jatuh menjadi paling hina diantara mereka. Pengin membahagiakan keluarga? Anda juga salah, karena harta hasil pesugihan hanya bisa dipake oleh anda sendiri, dan selalu meminta imbalan tumbal berupa kematian orang orang yang anda cintai dari kalangan keluarga anda. Pengin gaya dihadapan teman anda atau balas pamer kepada saingan atau musuh anda? Anda tetap salah, karena teman anda serta merta akan menjauh dari anda ketika tau anda pake pesugihan. Selain merasakan kehinaan memandang anda juga takut jangan jangan nanti dijadikan tumbal. Apalagi saingan atau musuh anda,…ketika tau anda pake pesugihan itu jadi senjata utama dia untuk menghancurkan anda dimata semua kolega anda. Cukup dengan mengkabarkan bahwa anda pake pesugihan maka nama anda serta merta rontok tak ada kebaikannya sama sekali. Orang yang menjalani pesugihan adalah orang yang terbukti egois. Tega mengorbankan orang orang tercintanya hanya untuk memenuhi keinginan syahwatnya (keinginan untuk hidup enak tanpa kerja, memiliki uang banyak tanpa kerja agar dengan uang itu dia bisa memenuhi apapun keinginan nafsunya, memuaskannya tanpa mempedulikan penderitaan orang yang
ditumbalkannya. Padahal yang dijadikan tumbal itu biasanya anaknya, bayi yang dikandung istrinya, bayi orang lain, istrinya atau suaminya, atau orang tuanya, atau saudara dekatnya,….pokoknya orang orang yang mestinya dia rawat dia sayangi dia cintai. Kenapa selalu orang orang yang dicintai? Karena Iblis bermaksud memastikan si pelaku pesugihan itu,….kalau sama orang tercintanya saja dia tega “membunuh” dengan cara ditumbalkan, tentu dia akan lebih tega lagi membunuh orang lain yang bukan orang terdekatnya. Pendeknya,….orang yang menjalani pesugihan sudah dipastikan gagal dunia. Tak ada kemuliaannya sedikitpun dimata keluarga dan masyarakat, bahkan jika masyarakat tau ada seseorang yang ditumbalkannya serta merta mereka akan menuntut agar si pelaku pesugihan dihakimi bersama. Jadi boro boro menikmati kekayaan yang dipinjamkan oleh setan(iblis),…yang terjadi adalah stress menutupi agar tak ada yang tau rahasia anda. Dilain pihak anda pengin menampakkan bahwa anda kaya raya. Kalau anda sembunyi maka tak ada yang tau kalau anda kaya, kalau anda pamerkan kekayaan anda maka akan ketauan anda punya pesugihan. Jadi langsung final deh penderitaan anda, sambil terus menunggu masa tenor pinjaman kekayaan anda kepada Iblis, yaitu hari yang telah disepakati oleh Iblis dan pelaku pesugihan untuk menyerahkan dirinya sendiri kepada Iblis. Berpindah ke alam jin dengan cara mati mengenaskan untuk kemudian di alam jin sana dia menjadi budak Iblis yang terus bekerja tanpa imbalan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan Iblis dahulu di dunia manusia. (NB: kalau anda mau tau super rentenir sejati ya Iblis dan kawan kawannya itu,….mereka pinjamkan harta kepada manusia yang tegoda hatinya dengan kemewahan, dan bayarannya adalah nyawa para tumbalnya yang tak bisa dinilai dengan uang,… ditambah lagi nanti dialam Jin (alamnya si Iblis), si pelaku harus menjadi budak iblis sampai pada umur yang diberikan Allah kepada pelaku pesugihan tersebut.
Kalau umur si pelaku udah habis, malaikat izrail datang ke tempat dia berkerja sebagai budak Iblis, mencabut nyawanya dengan kasar hingga penderitaan sakratul maut datang padanya,….kemudian mati,…apakah selesai penderitaannya? Tidak mas,… justru itu merupakan saat dimulainya kesengsaraan abadi. Di awali dengan siksaan kubur yang meremukkan tulang dan menghancur leburkan tubuh manusia. Selama hari kiamat belum tiba, selama itu pula dia menjalani siksa kubur, tanpa pembela, tanpa tempat berlindung dari siksaan, tanpa saat istirahat. Ketika kiamat tiba, apakah selesai penderitaannya? Tidak. Kiamat adalah saat berpindah dari siksaan kubur ke alam akhirat dimana pelaku pesugihan mendapatkan siksaan yang jauh lebih mengerikan, dengan masa siksaan yang jauh lebih lama yaitu siksaan neraka yang kekal abadi selama lamanya, dan tidaklah diringankan siksaan atasnya. Pelaku pesugihan adalah budak setan, jadi termasuk yang masuk neraka tanpa hisab (tanpa harus dihitung amalnya) karena semua amal baiknya tidak ada yang tertuju demi keridaan Allah, hingga tak dicatat sebagai amal yang berpahala disisi Allah, sedang amal buruknya menggunung karena membunuh mengorbankan orang lain sebagai tumbal demi kesenangan nafsunya sendiri. Di akhirat, orang orang yang ditumbalkannya menuntut balas atasnya,…dan semua balasan disempurnakan di akhirat ini sesuai kadar kejahatan yang dilakukannya di dunia. Diberitakan oleh Allah bahwa nanti diakhirat, si pelaku pesugihan macem ini protes karena dia melakukan semuanya ini karena bujukan setan. Kemudian setan(misalnya nama setannya Ki Jonggol Boyok) yang dituduh membujuknya itu mengelak,”Salah kamu sendiri kenapa mau aku bujuk.’ Kemudian dikatakan kepada mereka berdua sipelaku pesugihan dan setan itu, “Janganlah kalian bertengkar dihadapan Allah, sesungguhnya kalian berdua sama, (tidak beriman kepada Allah), maka masukilah oleh kalian berdua, neraka, sebagai balasan kekafiran kalian dan kejahatan kalian, berupa api yang kekal kalian di dalamnya. Tidak diringankan sedikitpun siksaan atas kalian, yang demikian itu adalah berita yang dahulu selalu kalian perolok olokkan sebagai hanya cerita bohong saja. Hari ini kalian akan merasakan sendiri neraka yang dulu kalian tidak percaya, dan akan kalian dapati bahwa siksa itu benar benar ada.
“janganlah kalian ikuti langkah langkah setan, karena sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagimu, ( dan sesungguhnya janji janji setan adalah kebohongan belaka)
Jadi, mas,…. Temen temen tentu mencegah anda melakukan itu semua, justru karena temen temen sayang pada anda. Beruntung sekali anda bertanya di forum psikologi. Kalau saja anda bertanya di forum klenik, paranormal, alternatif, kemudian ketemu sama dukun wah bisa langsung “dimakan” karena orang orang yang pengin jalan pintas tanpa mau sedikit usaha, selalu menjadi makanan empuk para calo pesugihan yang di dominasi oleh dukun dan paranormal.
Kalau anda mau kaya, mintalah pada Allah sebagaimana dikemukakan mas tanda tanya yang ada 10 langkah itu lho. Kenapa? Karena Allah maha kaya mas,… kalau Cuma ngasih anda semilyar dua milyar itu tentu sangat mudah bagi Allah. Bahkan semua yang ada di dunia ini milik Allah termasuk semua kekayaan yang dimiliki Iblis yang mau anda mintai tolong lewat pesugihan itu,…semuanya milik Allah. Hanya saja kalau anda minta ke Iblis, dia selalu punya syarat yang arahnya menentang Allah, mengingkari Allah, menjerumuskan diri ke dalam kesengsaraan, berbuat dosa besar dengan membunuh atau menghina agama dll.
Kalau anda minta ke Allah,…semakin anda banyak meminta memohon dan berdoa kepadanya Allah makin sayang. Dan hebatnya lagi, anda pasti diberikan sukses di dunia ditambah kesuksesan langgeng di akhirat.
Allah Tidak Pelit, Allah tidak Tuli, Allah maha Pemurah, maka sampaikan keinginan anda kepada Allah,….kata Allah “Ud uni astajib lakum” “Mintalah, berdoalah padaku, pasti Aku kabulkan untukmu”
Kalau anda merasa pernah melanggar larangan Allah, dengan berbuat kesalahan yang besar, atau selama ini anda jauh dari Allah, tidak mempedulikan Allah, atau malah selama ini anda memusuhi Allah atau memusuhi orang orang yang disayangi Allah,… maka istighfar,… mohon ampunlah pada Allah,… Allah tidak akan memarahi anda, malahan jadi mencintai Anda. Yang terbaik bukanlah orang yang tak pernah berbuat salah melainkan orang yang apabila berbuat salah dia segera memohon ampun kepada Allah serta menyadari kesalahannya.
Adakah yang mengampuni dosa manusia selain Allah?
Dan bersegeralah menuju ampunan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang orang yang yangmeyakini bahwa hanya Allahlah Tuhan tempat dia berlindung dan memohon pertolongan berupa kekayaan kesejahteraan di dunia dan akhirat.
Apakah benar Allah akan berikan kekayaan jika kita lakukan 10 cara sebagaimana saran mas tanda tanya?
Bukan saya yang menjamin tapi Allah sendiri bilang,”siapa saja yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan ciptakan baginya jalan keluar dari segala permasalahan hidupnya” “dan akan memberikan rizqi (berkah kekayaan) dari arah yang tidak mereka sangka sangka”
Jadi lupakan pesugihan,…. Lakukan saran mas tanda tanya dan coba rasakan, kalau tak ada hasil anda bisa tanya langsung
Bukti Fenomena Bank Ghaib
07:14 | Diposkan oleh
Admin
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Untuk membuktikan kebenaran pendapat tersebut, marilah kita simak cerita yang dituturkan oleh Muhi Juhana, tentang seorang sahabatnya yang bernama Surya. Sahabatnya ini, adalah seorang yang melakukan ritual peminjaman uang gaib…:
Ketika ditemui di rumahnya, Surya dengan gamblang menjelaskan bahwa apa yang disebut sebagai Bank Gaib itu memang benar-benar ada.
Dipaparkan oleh Surya, walau dia gagal dalam ritual tersebut, tetapi dia telah mencoba melakukan ritual yang sebenarnya tidak memerlukan biaya besar. Cukup tiga batang lilin merah yang sebelumnya telah diisi oleh seorang Kyai, wewangian dan membakar madat, serta berpakaian bersih saat melakukan ritual.
Sudah barang tentu, sebelumnya Surya diwajibkan untuk melakukan puasa mutih selama tiga hari tiga malam, yang dimulai pada hari Selasa. Tepatnya mulai Selasa, Rabu dan Kamis.
Malam Jum’atnya, dia tidak tidur sama sekali. Ketiga lilin merah itu dibakar dan diletakkan berjajar. Tak lupa Surya juga memakai wewangian dan membakar madat serta membaca amalan tertentu untuk mengundang khodam yang akan mengantarkan uang kepadanya.
Sebelumnya, sang Kyai berpesan kepada Surya, “Ingat, jangan sekali-kali membuka pintu jika terdengar ada yang mengetuk dari luar. Biarkan khodamnya masuk ke kamarmu sambil membawa uangnya!”
Ringkas cerita, saat Surya melakukan ritual di kamar khususnya malam itu, sementara isterinya membantunya dengan melakukan wiridan di kamar yang berbeda, sesuatu yang aneh memang terjadi. Sekitar pukul 02.30 WIB, lamat-lamat terdengar suara derap kaki kuda yang menghela kereta berhenti tepat di depan rumahnya. Dan tak lama kemudian, terdengar gedoran keras pada pintu depan rumah.
Mendengar gedoran yang keras tidak alang kepalang, dengan serta merta Surya pun bangkit karena jengkel. Dia lupa akan pesan sang Kyai. Dan ketika daun pntu dibukanya, dia tak melihat siapa pun. Yang ada hanyalah kegelapan malam. Ketika sadar, Surya pun menyesal. Dia telah melanggar pantangan. Dan uang yang amat diharapkan tidaklah didapatkan
Isteri Surya memberi kesaksian, “Saya melihat dengan jelas seolah tidak ada penghalang tembok sama sekali. Di luar sana, tampak ada seorang wanita cantik turun dari kereta kencana sambil membawa bungkusan yang digendong di belakang dengan kain. Mirip pedagang kain. Dan perempuan itu langsung saja menggedor pintu depan.”
Demikian kisah Muhi Juhana tentang sahabatnnya yang bernama Surya. Pengalaman Surya jelas telah membuktikan betapa Bank Gaib itu benar adanya. Sudah tentu, jika kita mau menjalani ritualnya dengan tulus, tekun dan sabar, maka kita akan mendapatkan uang yang kita harapkan. Namun, seperti yang disinggung Saipudin, kebanyakan orang yang melakukan ritual ini memang setengah hati. Maksudnya, kurang khusyuk dan tidak memiliki modal sugesti yang kuat.
Pesugihan Tuyul
07:13 | Diposkan oleh
Admin

POHON KETOS ini berumur sekitar 500 tahun. Tumbuh di tengah pemukiman warga dukuh Mbero, Palar, Trucuk. Berjarak sekitar 12 km dari Klaten Jawa Tengah. Banyak didatangi peziarah untuk ngalap berkah, menyampaikan keinginan. Pohon tersebut dikelilingi tembok dan bergapura. Tidak ada larangan tertulis bagi siapa pun untuk mencari 'pesugihan tuyul' di situ. Syaratnya sederhana, orang yang akan memasuki kompleks tersebut harus waras (tak boleh stress) dan sopan. Rumah jurukunci, Mbah Kardikem (75) tak jauh dari lokasi itu. Mereka yang ingin menjadi 'orangtua asuh' tuyul seyogyanya melalui jurukunci. Banyak orang terkabul keinginannya setelah nyenyuwun berperantara pohon ketos, tapi paling gampang mencari tuyul," kata nenek itu.
Mbak Kardikem mengaku tak tahu sejak kapan pohon itu ada. "Sejak saya kecil pohon itu sudah sebesar itu. Saya hanya mewarisi tugas ibu saya menjadi jurukunci," jelasnya. Dari cerita leluhurnya, pohon ketos tersebut merupakan titisan Eyang Bondho.
Beberapa saat setelah sukma Eyang Bondho lepas, raganya juga ikut raib, lalu muncul pohon ketos. Sebagai tanaman langka, pohon ketos tak dapat dicangkok. Juga tak dapat ditanam di tempat lain. Menurut Mbah Kardikem, pernah diselenggarakan seminar tentang tuyul, hasilnya membuktikan di pohon ketos tersebut banyak terdapat 'anak bajang', berusia rata-rata 5 tahun. 'Anak bajang' tersebut adalah anak cucu Eyang Bondho, yang oleh masyarakat lazim disebut tuyul.
Karena jumlah tuyul amat banyak, lalu dinilai sebagai 'Keraton Tuyul'. Seperti dikatakan Mbah Kardikem, Eyang Bondho termasuk cucu Prabu Jayabaya, Kediri. Pada hari-hari tertentu, Eyang Bondho sering menampakkan diri berbentuk 'rakit' (gethek) untuk dipakai menyeberang sungai.
Karena sering menampakkan diri, Eyang Bondho biasa disebut pula 'Gethek Bero'. Selain malam Jumat Kliwon dan Sabtu, 'Keraton Tuyul' tersebut banyak dikunjungi peziarah dari luar Klaten. Misal dari Jawa Barat, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Klaten, Ambarawa dan Semarang.
Pada umumnya, peziarah menginginkan penglarisan dan kehilangan barang supaya kembali. Untuk mendapatkan semua itu dibutuhkan persyaratan tertentu.
Syarat itu antara lain dengan menyampaikan sesaji selama 7 malam Jumat berturut-turut. Sesaji itu berupa kembang setaman, pisang raja, teh manis, gecko (garang asem). Kemudian ditutup dengan selamatan (kenduri). Berapa kali kenduri dilakukan, tergantung dari kepercayaan. Pada umumnya dilakukan dua kali dekat pohon, sebab akan diikuti 2 anak anak kecil, cucu Eyang Bondho.
Untuk mewujudkan keinginan, sebagaimana diungkap Mbah Kardikem, ada beberapa pantangan harus dipatuhi. Antara lain tak boleh berlaku kasar dan emosional selama 7 Jumat. Setiap peziarah, diperkenankan masuk kompleks pohon, tapi tak boleh memetik sembarang daun. Warga setempat pun tak ada yang berani memetik daun pohon yang dikeramatkan itu. Setiap 1 Sura, sering digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk atau klenengan. Dengan maksud mendapatkan keselamatan dan rezeki melimpah.
Jadi Kaya Karena ditipu
07:12 | Diposkan oleh
Admin
pesugihan , satu kalimat yang dulu pernah aku dambakan yaitu kaya dari sesuatu yang tidak mungkin. ternyata itu ada dan bisa dibuktikan dialam yang serba canggih ini.setahun yang lalu aku mencari yang namanya pesugihan itu mulai dari juana,jogja ,malang, bahkan sampai kegunung kawi,semua sudah pernah aku jalani ,dasar aku ini ingin cepat kaya semua saran orang aku turuti mulai dari dukun,juru kunci sampai maaf yang mengaku haji bahkan habib,bahkan aku juga pernah ditipu disebuah rumah kyai di pasuruhan.tidak hanya juru kunci,dukun yang suka menipu .tidak bisa apa – apa ngaku nya utusa kanjeng ratu kidul itu banyak sekali,tapi untunglah nasibku ini aku ketemu seorang yang masih muda yang juga pernah menjalani
pesugihan dan aku pun diajak kesana dan bisa langsung diketemukamn dengan orang yang bisa mengantar ke pesugihan tersebut,dan sampai saat ini aku masih menikmati harta dunia mungkin besuk atau lusa kalo aku mati akan dijadikan budak mereka,tapi semua itu sudah aku niatkan .hanya aku dan alam gaib yang tau apa yang jadi jaminan harta duniaku.kalo anda berminat cari pesugihan carilah orang yang pernah mengalami atau setidaknya pernah tau soal bukti pesugihan itu ,jangan cari,Dukun.Juru kunci ,Atau penipu yang berkedok kyai.
Jadi Kaya Karena ditipu Selengkapnya....
pesugihan dan aku pun diajak kesana dan bisa langsung diketemukamn dengan orang yang bisa mengantar ke pesugihan tersebut,dan sampai saat ini aku masih menikmati harta dunia mungkin besuk atau lusa kalo aku mati akan dijadikan budak mereka,tapi semua itu sudah aku niatkan .hanya aku dan alam gaib yang tau apa yang jadi jaminan harta duniaku.kalo anda berminat cari pesugihan carilah orang yang pernah mengalami atau setidaknya pernah tau soal bukti pesugihan itu ,jangan cari,Dukun.Juru kunci ,Atau penipu yang berkedok kyai.
Dukun Pesugihan
07:11 | Diposkan oleh
Admin

Fenomena pesugihan di kalangan pedagang bukan hal asing bagi masyarakat. Pasalnya, maju tidaknya usaha yang digeluti seseorang tergantung dari daya tarik terhadap pelanggannya. Upaya itu bisa dilakukan dengan memberikan harga murah, pelayanan yang baik, serta daya tarik secara alamiah. Yakni dengan melakukan ritual tertentu yang bertujuan untuk memperlancar usahanya
Hanya saja, upaya ditempuh oleh pedagang sangat disayangkan jika menggunakan pesugihan yang tidak dibenarkan oleh agama maupun norma sosial. Diantaranya dengan mendatangkan pesugihan terkait ilmu hitam yang bertujuan untuk menyedot harta kekayaan tanpa diketahui asal-usulnya. Ujung-ujungnya harus ada tumbal yang diserahkan pada prewengan yang telah memberinya kekayaan. Sudah jelas model demikian tidak dibenarkan.
Namun, diantara pedagang Pasar Klewer lebih banyak menggunakan sarana untuk memperlancar usaha dengan mengamalkan doa dan amalan yang diberikan oleh para spiritualis. Cara demikian banyak diminati karena ilmu yang digunakan sudah jelas tidak bertentangan dengan agama, berikut tidak harus mengorbankan tumbal tertentu. Cukup dengan mengamalkan doa tertentu sambil menebar karomah dari pegangan yang diberikan oleh spiritualis tersebut.
Hal itu dibenarkan oleh spiritualis asal semarang Ki Widodo. Menurutnya, bukan hanya pedagang pasar Klewer yang menggunakan jasa spiritual, pedagang di tempat lain juga pada menggunakan. Kedatangan mereka ingin mendapatkan pesugihan, namun pesugihan yang sesuai syareat agama, yakni pesugihan putih. Kalangan pedagang biasa mengenalnya dengan sebutan pelarisan. Kalau jenis pesugihan ini banyak yang menggunakan. Pelarisan tidak harus meminta tumbal atau laku yang menjurus pada ajaran sesat. Amalan lakunya cukup dengan membaca doa dengan bekal pegangan,” ujar Ki Suseno ditemui misterionline,di tempat praktiknya
ALAMAT :
Gajian permai blok A10.no 15. Bpk sarpin
mahar pesugihan ini adalah 12.255.000 anda terima jadi saja,kami yang ritualkan kalau gagal uang langsung diganti ditempat dan anda cukup menunggu tidak perlu ritual.hasil langsung dan tidak menunggu.terbukti.
Jenis pelarisan lain, lanjutnya, beda dengan pesugihan yang harus dijalani dengan laku yang melanggar syareat agama. Seperti bersekutu dengan makhluk halus, seperti pesugihan Bulus Jimbung, Klaten, atau melakukan hubungan intim dengan lawan jenis yang bukan mukhrimnya, seperti yang terjadi di gunung Kemukus, Sragen.
Apa yang mereka minta tetap kita tujukan pada Allah SWT, karena itu niat hati harus tulus suci berikut dengan amalan yang dijalani. Kalau model yang bersekutu dengan makhluk halus yang meminta tumbal tentu dilarang agama,jelas spiritualis asal semarang ini.
Lakupesugihan sendiri, lanjut Ki Widodo cukup mudah. Biasanya pasien yang meminta bantuan padanya, pertama yang dilakukan adalah membuka pintu rezeki yang ada di tubuh orang tersebut. Dengan ritual ini anasir dalam tubuhnya dinetralisir untuk diisi kekuatan positif yang akan membawa keberkahan. Selanjutnya memberikan sarana dan bacaan doa yang menjadi amalannya.
Doa yang kami berikan semakin sering dibaca semakin lancar usaha yang dijalani, namun bila tidak dibaca pun tidak apa-apa. Pada dasarnya pesugihan maupun pembukaan pintu rezeki (jalbullrizqi) sudah mewakili kekuatan mendatangkan rezeki yang diharapkan, jelasnya.
Dasar jenis pesugihan putih yang diamalkan Ki Widodo pada pasiennya adalah bagian dari ilmu pesugihan dan tujuan saya untuk mengamalkan dan membantu orang yang mengalami kesulitan dalam usahanya. Alhamdulillah niat tulus mereka terkabulkan. Usaha mereka menjadi lancar dan pesugihan itu akan berlaku secara permanen menaungi usaha yang digeluti,tambahnya.
Selain itu, bagi pedagang yang khawatir usahanya akan dimatikan oleh pedagang lain saingannya, Ki Widodo biasanya membantunya dengan membuatkan pagar gaib di sekitar tempat usaha dan rumahnya. Tujuannya agar tempat usahanya tidak diganggu oleh prewangan milik saingannya juga kehidupan keluarganya tidak diusik. Selain itu, menyarankan agar mamasang bawang lanang (bawang yang hanya tumbuh satu siung), tebu ireng dan merang ketan hitam. Semua piranti itu dikemas dalam bungkusan lalu disimpan di tempat usahanya.
Bagi yang biasa menggunakan pesugihan yang bertujuan mematikan usaha lawan bisnisnya, atau untuk menyedot kekayaan pelanggannya, Ki Widodo menyebut orang itu menggunakan Aji Cokro Rawuk. Tujuan memiliki ajian ini untuk menghancurkan usaha lawan bisnisnya.
Kinerja ajian ini biasanya membuat seseorang yang ingin membeli di toko si A tidak jadi, selanjutnya ingin membeli di toko si B yang memiliki dan menebar ijian tersebut di tempat usahanya. Macam pesugihan memang banyak. Tinggal bagaimana cara dan tujuan orang tersebut untuk memilikinya. Sekarang tinggal kekuatan iman dan taqwa kita yang akan mengendalikan. Mau dengan cara melakukan amalan yang sesuai syareat agama, atau dengan cara instan yang tentu ada tata cara tertentu dengan melibatkan bangsa gaib, tandasnya.
Tempat - Tempat Pesugihan di JawaTengah
07:09 | Diposkan oleh
Admin
Pesugihan blorong bagi yang ingin kaya mendadak
Dalam mitos masyarakat Jawa, memelihara pesugihan Blorong bisa menyebabkan kaya mendadak. Wujud pesugihan ini berbentuk ular naga yang bersisik emas. Yang lebih dahsyat, bila pemilik pesugihan melakukan hubungan badan dengan Ular Blorong itu, maka sisik-sisiknya yang berupa emas dan permata akan rontok di tempat tidurnya.
Menurut mitos yang berkembang, ular raksasa itu hidup di rawa yang ditumbuhi dengan pohon teratai. Bahkan, kekayaan yang didapat dari pesugihan Blorong ini bisa diulur sampai dua periode. Sebagai tebusan, kalau kelak pemiliknya sudah meninggal dunia, maka harus ikut padanya.
Tak ayal, ribuan bangkai manusia selalu berserakan di rawa-rawa itu. Namun untuk mendapatkan pesugihan jenis ini memang tidak mudah. Mengapa? Sebab, membutuhkan persyaratan dan pengorbanan luar biasa.
Pesugian Blorong ada di kawasan lingkar Pulau Jawa. Tetapi, di daerah mana letak persisnya pesugihan Blorong bisa didapat, sejauh ini tidak ada data resmi. Ataukah di kawasan Jabar meliputi daerah Cimais, Ciberium, atau daerah lain. Di Jatim, yang disinyalir basis pesugihan seperti itu berada di Kabupaten Banyuwangi, Pacitan, Tulungagung, dan Kabupaten Gresik, sedangkan di Jateng berada di kawasan Parangtritis.
Pemunculan pesugihan Blorong boleh dibilang sama misterinya dengan ujudnya. Sebagian orang ada yang menyebut Blorong adalah wanita sehingga disebut nyai. Akan tetapi, ada juga yang mengatakan yai, berarti pria. Yang jelas, Blorong adalah makhluk hidup yang sekujur tubuhnya bersisik, bisa mengeluarkan emas lantakan saat melakukan senggama dengan orang yang memeliharanya.
Seperti halnya Nyi Rara Kidul yang menjadikan Pantai Selatan sebagai istananya. Kalau Nyi Blorong, lebih suka hidup di rawa. Rawa dijadikan keratonnya, lengkap dengan jasad manusia yang saat hidup menjadi pengikutnya. Rawa-rawa itu, demikian urai beberapa pakar pesugihan, ditumbuhi banyak tumbuhan teratai.
Seperti halnya dunia maya. Meski secara implisit keberadaan rawa-rawa itu bisa dilihat dengan mata telanjang, kalau tidak memiliki ilmu linuwih, muskil setiap orang bisa mengetahui kalau rawa yang ditumbuhi pohon teratai itu sebenarnya istana Nyi Blorong.
Bagaikan orang yang mempunyai utang. Nyi Blorong sebelum menyanggupi untuk menolong calon kurban, sebelumnya mengadakan perjanjian untuk membahas masalah tebusan. Konon, pembicaraan tebusan itu dilakukan keduanya sembari bersenggama di tempat tidur. Sama persis dengan kekayaan yang diperoleh lewat jalur yang tidak direstui agama. Umur kekayaan versi Nyi Blorong, hanya tujuh tahun. Jika yang bersangkutan ingin memperpanjang, bisa diulur lagi, satu periode lamanya dan tebusan berupa mayat bisa dialihkan ke orang lain. Selanjutnya, korban tak boleh diwakilkan. Artinya, kelak setelah meninggal, harus menjadi pengikutnya. Memang mengambil pesugihan jenis ini tidak mudah, berbeda dengan jenis tuyul yang bentuknya hanya menyerupai manusia kecil dan berkepala gundul. Tapi, Blorong memang lain. Di samping selalu meminta tebusan nyawa, jenis pesugihan ini kalau menampakkan diri selalu berwujud ular naga yang bersisik mengkilat keemasan.
Salah seorang yang pernah mengambil pesugihan jenis ini mengungkapkan, kesulitan perekonomian keluarganya telah membuat mata batinnya buta. Dia bersama suaminya berangkat ke suatu tempat keramat. Di tempat itu ada makam tua yang biasanya dipergunakan orang-orang mengambil jalan pintas untuk mencari pesugihan.
Setelah bertemu dengan juru kunci makam, Lasni dan suaminya mengutarakan niatnya untuk mengambil pesugihan. Dia pun mendapat tawaran dari sang juru kunci, pesugihan jenis apa yang ia minati. Karena ingin cepat kaya, saya langsung meminta agar diberi pesugihan kelas atas,” cerita Lasni. seperti dikutip Posmo.
Walaupun sudah sepakat dengan berbagai persyaratan yang diajukan, lanjut Lasni, dirinya gagal mendapatkan pesugihan. Hal itu disebabkan saat malam pertama ketika Ular Blorong datang ke rumahnya. “Ular itu datang dengan mendesis-desis, kemudian menindih tubuhku. Saat itulah saya menjerit hingga seisi rumah bangun dan mendatangi kamar saya. Ya, mungkin saya memang ditakdirkan begini. Namun, saya bersyukur karena usaha saya untuk mendapatkan pesugihan itu gagal,” papar Lasni seperti dikutip Posmo.
PESUGIHAN LERENG MERAPI
MAKAM yang bertengger di kawasan Cangkringan, Sleman Yogyakarta, dipercaya sebagai kuburan tokoh sakti zaman dulu. Sehingga selalu dipenuhi berbagai sesaji. Banyak peziarah melantunkan berbagai permintaan, mulai kenaikan pangkat, ilmu kanuragan sampai pesugihan.
Setiap malam Jumat Kliwon, orang memasang sesaji jajan pasar dan kembang tujuh rupa, lantas berdoa minta berbagai permohonan. Tempat yang dikenal dengan nama Watu Tumpeng itu dipercaya memiliki kekuatan gaib.
Padahal, menurut jurukunci Watu Gunung, gundukan tanah itu bukan kuburan manusia, melainkan gajah tunggangan Kerincing Wesi saat menjaga Gunung Merapi.
Konon, Kerincing Wesi berubah menjadi raksasa setelah makan telur naga Kiai Jagad, lantas ditugaskan menjaga Gunung Merapi. Untuk menjalankan tugas, ia menerima seekor gajah dari Panembahan Senopati. Ketika gajah itu mati, Kerincing Wesi menguburkannya di lereng Merapi.
Kini, pada malam-malam tertentu, sering terdengar lenguhan gajah. Malah, ada warga yang mengaku melihat binatang itu melintas. Bagi peziarah, apa atau siapa yang berada di dalam kuburan itu, tidak menjadi masalah. Yang penting, tempat itu mempunyai kekuatan gaib yang menjanjikan perubahan nasib.
Kata beberapa sumber, sebagian besar peziarah memasang sesaji untuk persembahan kepada yang sumare dengan keinginan, kekuatan gaib yang memancar akan membalas jasanya setelah diberi makan. Jasa itu berupa kelancaran rezeki atau melimpahnya harta tanpa tanggungan tumbal. Jadi, pesugihan Lereng Merapi berbeda dengan Tuyul, Blorong, Cakar Monyet, babi Ngepet, Bulus Jimbung dan sebangsanya. Hanya sekadar medium berdoa, kendati banyak yang tergelincir dengan memanjatkan doa bukan kepada Tuhan.
Pesugihan Munding Seuri, wajah anak jadi tumbal
Jalan menjadi kaya raya tidak mudah. Kerapkali kita terpaksa merelakan si buah hati memikul akibatnya. Demikian pula yang diminta oleh pesugihan Munding Seuri. Si lelaku harus bisa menerima kenyataan jika wajah anaknya akan cacat.
Pesugihan munding seuri terletak di kawasan Gunung Gede, Cibodas. Di sebelah Tenggara gunung ini, dipercaya masyarakat sebagai tempat bersemayamnya Raden Surya Kencana, putra Raden Aria Wiranatudatar, pendiri kota Cianjur yang beristrikan mahkluk halus.
Di kawasan Tenggara ini pula, ada sebuah gubuk yang didalamnya terdapat gundukan mirip makam. Tempat yang disebut padepokan ini menjadi tempat orang yang mencari pesugihan. Namun laku hanya bisa dilakukan saat bulan purnama. Jika tidak, konon segala upaya yang dilakukan akan sia-sia.
Menuju lokasi ini sangat tidak mudah. Para lelaku harus berjalan kaki selama seharian penuh, melintasi jalan setapak yang menanjak. Dan jika musim hujan tiba, mereka juga harus ekstra hati-hati karena medan yang sangat licin. Namun semua itu, kebanyakan dianggap sebagai salah satu tantangan untuk meraih keinginan, menjadi kaya dengan cara mudah.
Ritual dilakukan saat matahari telah terbenam. Mereka harus bertelanjang bulat, baru kemudian berendam di sebuah kubangan lumpur. Namun sebelumnya, harus menaburkan kembang setaman dan kemenyan di Padepokan Seuri. Setelah fajar menyingsing, barulah ritual tersebut boleh dihentikan dan para lelaku bisa membersihkan diri dengan berguling-guling di rerumputan. Selanjutnya, mereka masuk kembali ke dalam padepokan.
Konon di dalam sana, para lelaku akan melihat wajah anaknya yang cacat sebagai tumbal. Jika ingin kaya, mereka harus rela wajah anaknya yang akan lahir nanti cacat. Uniknya, para pencari kekayaan ini diberi kesempatan memilih wajah anaknya. Kebanyakan mereka memilih anak yang bermulut sumbing.
Syarat yang diminta ternyata tak cuma itu. Mereka juga harus memelihara beberapa ekor lembu. Lembu itu ada yang dilepaskan di sekitar padepokan, ada pula yang harus dipelihara di rumah. Selain itu, setiap bulan purnama tiba, si lelaku harus menyediakan seikat rumput yang ditaruh di bawah tempat tidur
Gaet gendruwo lewat masakan burung gagak
Pesugihan bulu gendruwo memang kurang populer di masyarakat. Alasannya, untuk mendapatkan cukup sulit. Si peminat harus menyediakan masakan dari burung gagak yang diletakkan di bawah pohon gayam dan bertelanjang bulat.
Menurut beberapa orang yang telah mendapatkan pesugihan bulu gendruwo, meski mendapatkannya cukup sulit, pesugihan ini dipilih lantaran tidak terlalu berbahaya. Tidak minta tumbal orang atau nyawa.
Yang diperlukan hanyalah masakan burung gagak serta pohon gayam. Di kota metropolitan seperti Jakarta, pohon gayam sulit ditemukan. Makanya para peminat kebanyakan pergi ke desa-desa di pelosok Pulau Jawa.
Setelah masakan siap, saat matahari bersembunyi, peminat harus membawa makanan itu ke pohon gayam yang telah ditentukan. Kemudian ia harus membuka seluruh pakaiannya. Biasanya dalam waktu yang tidak begitu lama, gendruwo yang dilukiskan berwajah menakutkan dan sekujur tubuhnya dipenuhi bulu-bulu, akan muncul.
Gendruwo tersebut akan melahap makanan yang dibawakan si peminat. Saat itulah, si peminat dituntut kelincahannya. Mereka harus mampu mengambil minimal satu bulu di tubuh gendruwo.
Jika beruntung, maka si peminat akan mendapatkan bulu yang diinginkannya. Tapi jika tidak, bisa jadi ia malahan akan dimangsanya. Karena itu, orang yang gagal biasanya enggan mencoba lagi. Takut kalau-kalau malahan kehilangan nyawa.
Orang yang berhasil mendapatkan bulu, biasanya mudah mendapatkan kekayaan. Rejeki akan mengalir bak air bah. Tak tertahankan lagi.
Mengais uang di tengah pusara
Di kalangan pelaku spritual, ada teknik khusus untuk mengais rupiah di tengah kuburan. Caranya, dengan berjualan sate gagak kepada arwah gentayangan. Konon, penghuni makam di lereng Gunung Bugel, Rembang pernah membeli sate gagak sampai Rp. 30 juta dalam semalam.
Untuk menjadi pedagang sate bagi arwah gentayang, yang diperlukan adalah burung gagak hitam yang masih hidup, minyak Arrohman, serta kemenyan. Dan syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah keberanian untuk bertemu dengan para lelembut dari berbagai rupa.
Pada tengah malam yang telah ditentukan, burung gagak harus dibawa ke makam yang akan dijadikan lahan berdagang. Sesampainya di tempat yang dituju, baca doa-doa khusus untuk membuka alam gaib, sambil membakar kemenyan. Tunggu sampai gagak yang dibawa berkoak-koak.
Ketika burung itu berbunyi, pada saat itulah momen yang paling tepat untuk menyembelih burung gagak itu. Bersihkan bulu-bulu yang menghiasi tubuhnya, lalu olesi dengan minyak Arrahman. Kemudian potong daging burung sesuai degan ukuran yang dikehendaki. Bakarlah daging itu layaknya sate biasa.
Pada saat bersamaan, para pembeli sate akan berdatangan. Mereka adalah arwah gentayangan dengan wujud yang beraneka rupa. Ada yang kakinya patah atau remuk, wajahnya rusak dengan darah yang mengalir deras, atau kakinya tinggal sebelah karena kaki yang lain terlepas. Pendeknya, wujud mereka sangat menakutkan dengan bau anyir darah yang mrenyengat.
Mereka berdatangan untuk merebut sate gagak yang dijual. Berapa pun harganya mereka akan membeli sate yang dijual itu. Kabarnya, seorang pedagang sate gagak di sebuah makam di lereng Gunung Bugel, Rembang pernah mengantongi uang sebanyak Rp. 30 juta.
Ia berdagang dengan bantuan seorang paranormal yang mengetahui seluk-beluk perdagangan sate gagak. Syarat utama untuk meraup rezeki gaib itu adalah keberanian. Pasalnya, paranormal yang akan menjual sate itu dan Anda yang bertugas menerima uang dari para arwah. Tentunya, Anda pun harus berhadapan dengan arwah-arwah itu yang wajahnya amat menyeramkan
Jual Sate di Tengah Kuburan
PERILAKU supranatural tidak seluruhnya positif, kendati masuk kategori alternatif. Misalnya, untuk menjadi kaya, orang mencari pesugihan dengan makhluk halus untuk disuruh mencuri, jelas negatif nilainya. Sedang melantunkan doa untuk melancarkan rizki, termasuk alternatif positif.
Kini ada satu lagi yang meragukan kriterianya. Positif atau negatif, tidak jelas hukumnya. Kiat itu adalah, jual sate gagak di tengah kuburan.
Konon, seorang pemburu kekayaan berhasil mengumpulkan uang 30 juta rupiah semalam sepulang dari jualan sate gagak di lereng Gunung Bugel, Rembang. Pada tengah malam, ia menjadi pedagang sate bagi arwah gentayangan. Bahannya cukup seekor burung gagak hidup, bumbunya minyak Arrohman dan kemenyan.
Laku yang dikerjakan, tengah malam membawa burung gagak ke makam. Sampai tujuan, pawang baca doa sambil bakar kemenyan untuk membuka alam gaib sampai burung gagak yang dibawa berkaok.
Begitu terdengar kaok, burung gagak disembelih. Setelah bulu-bulunya dibersihkan, olesi dengan minyak Arrahman dan dipotong seukuran kemasan sate dan dibakar sebagaimana membuat sate.
Begitu asap mengepul, konon para pembeli berdatangan. Rumusnya, dilarang takut karena yang datang adalah arwah gentayangan dengan wujud beragam, persis seperti saat mereka mati. Ada yang kakinya remuk, wajah rusak dengan darah bertebaran dan sebagainya.
Mereka berebut sate gagak dengan melambai-lambaikan rupiah. Berapa tingginya harga yang ditentukan, mereka pasti setuju dan langsung menyerahkan uang. Sebab, sate gagak merupa-kan makanan nomor wahid bagi arwah gentayangan. Dari cerita masyarakat sekitar. konon seorang pedagang sate gagak di makam kawasan lereng Gunung Bugel, Rembang berhasil mengantongi uang sebanyak 30 juta rupiah dalam waktu semalam.
Tentu saja, untuk menjadi pedagang sate ga-gak, harus didampingi paranormal yang mengetahui seluk-beluk kiat alternatif itu. Syarat utama untuk meraup kekayaan dalam sekejap adalah keberanian. Sebab, paranormal yang dimintai tolong bertugas menjual sate, sedang klien bertugas menerima uang dari para arwah yang penampilannya mengerikan. Ini halal atau haram, entah.
Padahal, kalau ingin lebih aman, untuk berburu harta secara alternatif, tak harus dengan kiat memanfaatkan arwah penasaran. Tapi, memanggil jin muslim yang memiliki ilmu mengambil uang halal yang berasal dari bank jin alias uang yang bagi manusia merupakan harta yang tidak diamalkan.
Cuma, kiat itu hanya dapat dilakukan pemeluk Islam, karena untuk mencapai hasil maksimal, diperlukan pembacaan wirid yang harus dilantunkan pasca shalat fardlu selama seminggu.
Tempat - Tempat Pesugihan di JawaTengah Selengkapnya....
Dalam mitos masyarakat Jawa, memelihara pesugihan Blorong bisa menyebabkan kaya mendadak. Wujud pesugihan ini berbentuk ular naga yang bersisik emas. Yang lebih dahsyat, bila pemilik pesugihan melakukan hubungan badan dengan Ular Blorong itu, maka sisik-sisiknya yang berupa emas dan permata akan rontok di tempat tidurnya.
Menurut mitos yang berkembang, ular raksasa itu hidup di rawa yang ditumbuhi dengan pohon teratai. Bahkan, kekayaan yang didapat dari pesugihan Blorong ini bisa diulur sampai dua periode. Sebagai tebusan, kalau kelak pemiliknya sudah meninggal dunia, maka harus ikut padanya.
Tak ayal, ribuan bangkai manusia selalu berserakan di rawa-rawa itu. Namun untuk mendapatkan pesugihan jenis ini memang tidak mudah. Mengapa? Sebab, membutuhkan persyaratan dan pengorbanan luar biasa.
Pesugian Blorong ada di kawasan lingkar Pulau Jawa. Tetapi, di daerah mana letak persisnya pesugihan Blorong bisa didapat, sejauh ini tidak ada data resmi. Ataukah di kawasan Jabar meliputi daerah Cimais, Ciberium, atau daerah lain. Di Jatim, yang disinyalir basis pesugihan seperti itu berada di Kabupaten Banyuwangi, Pacitan, Tulungagung, dan Kabupaten Gresik, sedangkan di Jateng berada di kawasan Parangtritis.
Pemunculan pesugihan Blorong boleh dibilang sama misterinya dengan ujudnya. Sebagian orang ada yang menyebut Blorong adalah wanita sehingga disebut nyai. Akan tetapi, ada juga yang mengatakan yai, berarti pria. Yang jelas, Blorong adalah makhluk hidup yang sekujur tubuhnya bersisik, bisa mengeluarkan emas lantakan saat melakukan senggama dengan orang yang memeliharanya.
Seperti halnya Nyi Rara Kidul yang menjadikan Pantai Selatan sebagai istananya. Kalau Nyi Blorong, lebih suka hidup di rawa. Rawa dijadikan keratonnya, lengkap dengan jasad manusia yang saat hidup menjadi pengikutnya. Rawa-rawa itu, demikian urai beberapa pakar pesugihan, ditumbuhi banyak tumbuhan teratai.
Seperti halnya dunia maya. Meski secara implisit keberadaan rawa-rawa itu bisa dilihat dengan mata telanjang, kalau tidak memiliki ilmu linuwih, muskil setiap orang bisa mengetahui kalau rawa yang ditumbuhi pohon teratai itu sebenarnya istana Nyi Blorong.
Bagaikan orang yang mempunyai utang. Nyi Blorong sebelum menyanggupi untuk menolong calon kurban, sebelumnya mengadakan perjanjian untuk membahas masalah tebusan. Konon, pembicaraan tebusan itu dilakukan keduanya sembari bersenggama di tempat tidur. Sama persis dengan kekayaan yang diperoleh lewat jalur yang tidak direstui agama. Umur kekayaan versi Nyi Blorong, hanya tujuh tahun. Jika yang bersangkutan ingin memperpanjang, bisa diulur lagi, satu periode lamanya dan tebusan berupa mayat bisa dialihkan ke orang lain. Selanjutnya, korban tak boleh diwakilkan. Artinya, kelak setelah meninggal, harus menjadi pengikutnya. Memang mengambil pesugihan jenis ini tidak mudah, berbeda dengan jenis tuyul yang bentuknya hanya menyerupai manusia kecil dan berkepala gundul. Tapi, Blorong memang lain. Di samping selalu meminta tebusan nyawa, jenis pesugihan ini kalau menampakkan diri selalu berwujud ular naga yang bersisik mengkilat keemasan.
Salah seorang yang pernah mengambil pesugihan jenis ini mengungkapkan, kesulitan perekonomian keluarganya telah membuat mata batinnya buta. Dia bersama suaminya berangkat ke suatu tempat keramat. Di tempat itu ada makam tua yang biasanya dipergunakan orang-orang mengambil jalan pintas untuk mencari pesugihan.
Setelah bertemu dengan juru kunci makam, Lasni dan suaminya mengutarakan niatnya untuk mengambil pesugihan. Dia pun mendapat tawaran dari sang juru kunci, pesugihan jenis apa yang ia minati. Karena ingin cepat kaya, saya langsung meminta agar diberi pesugihan kelas atas,” cerita Lasni. seperti dikutip Posmo.
Walaupun sudah sepakat dengan berbagai persyaratan yang diajukan, lanjut Lasni, dirinya gagal mendapatkan pesugihan. Hal itu disebabkan saat malam pertama ketika Ular Blorong datang ke rumahnya. “Ular itu datang dengan mendesis-desis, kemudian menindih tubuhku. Saat itulah saya menjerit hingga seisi rumah bangun dan mendatangi kamar saya. Ya, mungkin saya memang ditakdirkan begini. Namun, saya bersyukur karena usaha saya untuk mendapatkan pesugihan itu gagal,” papar Lasni seperti dikutip Posmo.
PESUGIHAN LERENG MERAPI
MAKAM yang bertengger di kawasan Cangkringan, Sleman Yogyakarta, dipercaya sebagai kuburan tokoh sakti zaman dulu. Sehingga selalu dipenuhi berbagai sesaji. Banyak peziarah melantunkan berbagai permintaan, mulai kenaikan pangkat, ilmu kanuragan sampai pesugihan.
Setiap malam Jumat Kliwon, orang memasang sesaji jajan pasar dan kembang tujuh rupa, lantas berdoa minta berbagai permohonan. Tempat yang dikenal dengan nama Watu Tumpeng itu dipercaya memiliki kekuatan gaib.
Padahal, menurut jurukunci Watu Gunung, gundukan tanah itu bukan kuburan manusia, melainkan gajah tunggangan Kerincing Wesi saat menjaga Gunung Merapi.
Konon, Kerincing Wesi berubah menjadi raksasa setelah makan telur naga Kiai Jagad, lantas ditugaskan menjaga Gunung Merapi. Untuk menjalankan tugas, ia menerima seekor gajah dari Panembahan Senopati. Ketika gajah itu mati, Kerincing Wesi menguburkannya di lereng Merapi.
Kini, pada malam-malam tertentu, sering terdengar lenguhan gajah. Malah, ada warga yang mengaku melihat binatang itu melintas. Bagi peziarah, apa atau siapa yang berada di dalam kuburan itu, tidak menjadi masalah. Yang penting, tempat itu mempunyai kekuatan gaib yang menjanjikan perubahan nasib.
Kata beberapa sumber, sebagian besar peziarah memasang sesaji untuk persembahan kepada yang sumare dengan keinginan, kekuatan gaib yang memancar akan membalas jasanya setelah diberi makan. Jasa itu berupa kelancaran rezeki atau melimpahnya harta tanpa tanggungan tumbal. Jadi, pesugihan Lereng Merapi berbeda dengan Tuyul, Blorong, Cakar Monyet, babi Ngepet, Bulus Jimbung dan sebangsanya. Hanya sekadar medium berdoa, kendati banyak yang tergelincir dengan memanjatkan doa bukan kepada Tuhan.
Pesugihan Munding Seuri, wajah anak jadi tumbal
Jalan menjadi kaya raya tidak mudah. Kerapkali kita terpaksa merelakan si buah hati memikul akibatnya. Demikian pula yang diminta oleh pesugihan Munding Seuri. Si lelaku harus bisa menerima kenyataan jika wajah anaknya akan cacat.
Pesugihan munding seuri terletak di kawasan Gunung Gede, Cibodas. Di sebelah Tenggara gunung ini, dipercaya masyarakat sebagai tempat bersemayamnya Raden Surya Kencana, putra Raden Aria Wiranatudatar, pendiri kota Cianjur yang beristrikan mahkluk halus.
Di kawasan Tenggara ini pula, ada sebuah gubuk yang didalamnya terdapat gundukan mirip makam. Tempat yang disebut padepokan ini menjadi tempat orang yang mencari pesugihan. Namun laku hanya bisa dilakukan saat bulan purnama. Jika tidak, konon segala upaya yang dilakukan akan sia-sia.
Menuju lokasi ini sangat tidak mudah. Para lelaku harus berjalan kaki selama seharian penuh, melintasi jalan setapak yang menanjak. Dan jika musim hujan tiba, mereka juga harus ekstra hati-hati karena medan yang sangat licin. Namun semua itu, kebanyakan dianggap sebagai salah satu tantangan untuk meraih keinginan, menjadi kaya dengan cara mudah.
Ritual dilakukan saat matahari telah terbenam. Mereka harus bertelanjang bulat, baru kemudian berendam di sebuah kubangan lumpur. Namun sebelumnya, harus menaburkan kembang setaman dan kemenyan di Padepokan Seuri. Setelah fajar menyingsing, barulah ritual tersebut boleh dihentikan dan para lelaku bisa membersihkan diri dengan berguling-guling di rerumputan. Selanjutnya, mereka masuk kembali ke dalam padepokan.
Konon di dalam sana, para lelaku akan melihat wajah anaknya yang cacat sebagai tumbal. Jika ingin kaya, mereka harus rela wajah anaknya yang akan lahir nanti cacat. Uniknya, para pencari kekayaan ini diberi kesempatan memilih wajah anaknya. Kebanyakan mereka memilih anak yang bermulut sumbing.
Syarat yang diminta ternyata tak cuma itu. Mereka juga harus memelihara beberapa ekor lembu. Lembu itu ada yang dilepaskan di sekitar padepokan, ada pula yang harus dipelihara di rumah. Selain itu, setiap bulan purnama tiba, si lelaku harus menyediakan seikat rumput yang ditaruh di bawah tempat tidur
Gaet gendruwo lewat masakan burung gagak
Pesugihan bulu gendruwo memang kurang populer di masyarakat. Alasannya, untuk mendapatkan cukup sulit. Si peminat harus menyediakan masakan dari burung gagak yang diletakkan di bawah pohon gayam dan bertelanjang bulat.
Menurut beberapa orang yang telah mendapatkan pesugihan bulu gendruwo, meski mendapatkannya cukup sulit, pesugihan ini dipilih lantaran tidak terlalu berbahaya. Tidak minta tumbal orang atau nyawa.
Yang diperlukan hanyalah masakan burung gagak serta pohon gayam. Di kota metropolitan seperti Jakarta, pohon gayam sulit ditemukan. Makanya para peminat kebanyakan pergi ke desa-desa di pelosok Pulau Jawa.
Setelah masakan siap, saat matahari bersembunyi, peminat harus membawa makanan itu ke pohon gayam yang telah ditentukan. Kemudian ia harus membuka seluruh pakaiannya. Biasanya dalam waktu yang tidak begitu lama, gendruwo yang dilukiskan berwajah menakutkan dan sekujur tubuhnya dipenuhi bulu-bulu, akan muncul.
Gendruwo tersebut akan melahap makanan yang dibawakan si peminat. Saat itulah, si peminat dituntut kelincahannya. Mereka harus mampu mengambil minimal satu bulu di tubuh gendruwo.
Jika beruntung, maka si peminat akan mendapatkan bulu yang diinginkannya. Tapi jika tidak, bisa jadi ia malahan akan dimangsanya. Karena itu, orang yang gagal biasanya enggan mencoba lagi. Takut kalau-kalau malahan kehilangan nyawa.
Orang yang berhasil mendapatkan bulu, biasanya mudah mendapatkan kekayaan. Rejeki akan mengalir bak air bah. Tak tertahankan lagi.
Mengais uang di tengah pusara
Di kalangan pelaku spritual, ada teknik khusus untuk mengais rupiah di tengah kuburan. Caranya, dengan berjualan sate gagak kepada arwah gentayangan. Konon, penghuni makam di lereng Gunung Bugel, Rembang pernah membeli sate gagak sampai Rp. 30 juta dalam semalam.
Untuk menjadi pedagang sate bagi arwah gentayang, yang diperlukan adalah burung gagak hitam yang masih hidup, minyak Arrohman, serta kemenyan. Dan syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah keberanian untuk bertemu dengan para lelembut dari berbagai rupa.
Pada tengah malam yang telah ditentukan, burung gagak harus dibawa ke makam yang akan dijadikan lahan berdagang. Sesampainya di tempat yang dituju, baca doa-doa khusus untuk membuka alam gaib, sambil membakar kemenyan. Tunggu sampai gagak yang dibawa berkoak-koak.
Ketika burung itu berbunyi, pada saat itulah momen yang paling tepat untuk menyembelih burung gagak itu. Bersihkan bulu-bulu yang menghiasi tubuhnya, lalu olesi dengan minyak Arrahman. Kemudian potong daging burung sesuai degan ukuran yang dikehendaki. Bakarlah daging itu layaknya sate biasa.
Pada saat bersamaan, para pembeli sate akan berdatangan. Mereka adalah arwah gentayangan dengan wujud yang beraneka rupa. Ada yang kakinya patah atau remuk, wajahnya rusak dengan darah yang mengalir deras, atau kakinya tinggal sebelah karena kaki yang lain terlepas. Pendeknya, wujud mereka sangat menakutkan dengan bau anyir darah yang mrenyengat.
Mereka berdatangan untuk merebut sate gagak yang dijual. Berapa pun harganya mereka akan membeli sate yang dijual itu. Kabarnya, seorang pedagang sate gagak di sebuah makam di lereng Gunung Bugel, Rembang pernah mengantongi uang sebanyak Rp. 30 juta.
Ia berdagang dengan bantuan seorang paranormal yang mengetahui seluk-beluk perdagangan sate gagak. Syarat utama untuk meraup rezeki gaib itu adalah keberanian. Pasalnya, paranormal yang akan menjual sate itu dan Anda yang bertugas menerima uang dari para arwah. Tentunya, Anda pun harus berhadapan dengan arwah-arwah itu yang wajahnya amat menyeramkan
Jual Sate di Tengah Kuburan
PERILAKU supranatural tidak seluruhnya positif, kendati masuk kategori alternatif. Misalnya, untuk menjadi kaya, orang mencari pesugihan dengan makhluk halus untuk disuruh mencuri, jelas negatif nilainya. Sedang melantunkan doa untuk melancarkan rizki, termasuk alternatif positif.
Kini ada satu lagi yang meragukan kriterianya. Positif atau negatif, tidak jelas hukumnya. Kiat itu adalah, jual sate gagak di tengah kuburan.
Konon, seorang pemburu kekayaan berhasil mengumpulkan uang 30 juta rupiah semalam sepulang dari jualan sate gagak di lereng Gunung Bugel, Rembang. Pada tengah malam, ia menjadi pedagang sate bagi arwah gentayangan. Bahannya cukup seekor burung gagak hidup, bumbunya minyak Arrohman dan kemenyan.
Laku yang dikerjakan, tengah malam membawa burung gagak ke makam. Sampai tujuan, pawang baca doa sambil bakar kemenyan untuk membuka alam gaib sampai burung gagak yang dibawa berkaok.
Begitu terdengar kaok, burung gagak disembelih. Setelah bulu-bulunya dibersihkan, olesi dengan minyak Arrahman dan dipotong seukuran kemasan sate dan dibakar sebagaimana membuat sate.
Begitu asap mengepul, konon para pembeli berdatangan. Rumusnya, dilarang takut karena yang datang adalah arwah gentayangan dengan wujud beragam, persis seperti saat mereka mati. Ada yang kakinya remuk, wajah rusak dengan darah bertebaran dan sebagainya.
Mereka berebut sate gagak dengan melambai-lambaikan rupiah. Berapa tingginya harga yang ditentukan, mereka pasti setuju dan langsung menyerahkan uang. Sebab, sate gagak merupa-kan makanan nomor wahid bagi arwah gentayangan. Dari cerita masyarakat sekitar. konon seorang pedagang sate gagak di makam kawasan lereng Gunung Bugel, Rembang berhasil mengantongi uang sebanyak 30 juta rupiah dalam waktu semalam.
Tentu saja, untuk menjadi pedagang sate ga-gak, harus didampingi paranormal yang mengetahui seluk-beluk kiat alternatif itu. Syarat utama untuk meraup kekayaan dalam sekejap adalah keberanian. Sebab, paranormal yang dimintai tolong bertugas menjual sate, sedang klien bertugas menerima uang dari para arwah yang penampilannya mengerikan. Ini halal atau haram, entah.
Padahal, kalau ingin lebih aman, untuk berburu harta secara alternatif, tak harus dengan kiat memanfaatkan arwah penasaran. Tapi, memanggil jin muslim yang memiliki ilmu mengambil uang halal yang berasal dari bank jin alias uang yang bagi manusia merupakan harta yang tidak diamalkan.
Cuma, kiat itu hanya dapat dilakukan pemeluk Islam, karena untuk mencapai hasil maksimal, diperlukan pembacaan wirid yang harus dilantunkan pasca shalat fardlu selama seminggu.
Berburu Uang Milyaran Rupiah Di Bank Gaib Boja
21:12 | Diposkan oleh
Admin

Bank Gaib Boja merupakan salah satu wahana pesugihan dari bnyak tempat untuk mencari pesugihan lainnya yang tersebar di tanah Jawa. Baik itu di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta serta Jawa Timur. Sebut saja misalnya wahana pesugihan Tuyul Ketos di Klaten, Jawa Tengah. Ada lagi pesugihan Sendang Balong, Magetan, Jawa Timur, serta pesugihan Tuyul Sendang Pepe di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
Namun pada umumnya, tempat-tempat pesugihan selain tiga yang disebutkan di atas, tak satupun yang menghasilkan uang tuani ke hadapan para pelaku ritualnya. Bahkan, tempat seperti itu, lebih tepatnya sebagai wahana untuk mencari pelarisan. Bukan pesugihan. Kecuali pesugihan Tuyul yang harus memelihara tuyul jika ingin mendapatkan uang tunai. Tapi syaratnya tentu tidak mudah. Termasuk sarana yang harus disediakan oleh pelaku di rumah jika memelihara tuyul. Bahkan tak jarang, tuyul yang dipeliraha, tidak mau “bekerja” karena sesaji kurang atau sebab lain. Konon, tuyul memang makhluk yang senang ngambek atau mutung.
Apa yang disebut sebagai Bank Gaib Boja memang sangat berbeda dengan tempat pesugihan sesat lainnya. Di tempat ini pelaku bisa langsung mendapatkan uang tunai dalam jumlah milyaran rupiah. Tentu dengan catatan dia sukses dalam melakukan ritual.
Bank Gaib Boja persisnya berupa pepunden yang sudah sangat kuno. Jika dilihat dari fisiknya, tempat pesugihan ini hanyalah berbentuk sebuah pohon kamboja yang sudah tua. Mungkin karena itulah masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Bank Gaib Boja, atau ada juga yang menyebut sebagai Bank Gaib Punden Boja.
Secara administratif, Bank Gaib Punden Boja berada di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Menurut informasi yang berhasil dihimpun Misteri, Bank Gaib Boja ini sudah banyak memiliki nasabah yang tersebar di berbagai tempat. Konon, mereka yang berhasil melakukan peminjaman uang di tempat ini bisa membawa pulang uang dalam jumlah amat besar.
“Ini bukan dongeng, Mas! Salah seorang sahabat saya sudah membuktikannya. Dia dapat pinjaman uang satu milyar lebih, dan sekarang sudah jadi juragan bakso yang kaya raya. Makanya saya dating kemari untuk mengadu nasib,” kata Sadiman, salah seorang pengunjung yang berkata tanpa ragu dan malu.
Ketika ditanya apakah dia tidak takut dengan akibatnya di kelak kemudian hari, maka jawabnya, “Saya tidak peduli, Mas! Kalau sudah mati, biarlah apapun jadinya. Yang penting saya ingin kaya. Capek jadi kere terus-terusan. Saya juga ingin membahagiakan anak dan isteri. Biarlah saya berkorban untuk mereka.”
Barangkali, memang banyak orang-orang yang berpikiran pendek dan nekad seperti Sadiman. Apalagi di tengah situasi zaman yang serba sulit seperti sekarang ini.
SYARAT DITERIMA,
UANG TUNAI DIDAPAT
Menurut keterangan juru kunci Bank Gaib, untuk mendapatkan pesugihan di tempat ini, pelaku harus melakukan ritual khusus di bawah punden pohon kamboja tersebut. Adapun syarat sesaji yang harus dipenuhi oleh pelaku yakni, minyak jafaron, kembang tiga macam atau yang lazim disebut kembang telon, kemenyan atau yosua, nasi tumpeng serta ayam panggang.
Setelah semua sesaji lengkap, dengan dipandu oleh juru kunci atau penjaga punden, pelaku dapat langsung melakukan ritual. Dan ritual ini harus dilakukan pada malam Jum’at. Akan lebih afdol, jika ritual dilakukan pada malam Jum’at yang keramat, yakni malam Jum’at Legi atau Kliwon.
“Syarat-syaratnya harus dipenuhi. Tidak boleh lebih, tidak boleh kurang. Dan akan lebih baik. Kalau kurang, pasti tidak akan ada respon dari alam sana,” tutur juru kunci, yakni seorang kakek berusia 70-an tahun yang akrab disapa Mbah Miran.
Bila semua persyaratan sudah dilengkapi, dan si pelaku sudah mantap lahir dan batin, maka Mbah Miran akan membeberkan tata cara ritualnya. Setelah prosesi ritual yang dipandu juru kunci usai, pelaku dapat langsung pulang ke rumah. Karena memang, uang tunai yang didapat oleh pelaku dari mencari pesugihan di tempat ini, tidak cair saat itu juga. Namun pelaku harus menyediakan kamar khusus dirumahnya.
“Asal sesaji yang dipersembahkan diterima oleh sang penguasa gaib, dalam kurun waktu antara 40-90 hari, maka uang tunai akan secepatnya dikirim,” tandas Mbah Miran.
Lebih lanjut dijelaskan olehnya, di Bank Gaib Punden Boja, sesungguhnya ada dua pilihan bagi pelaku yang ingin mendapatkan uang tunai. Pilihan pertama adalah dengan cara meminjam, dan yang kedua adalah dengan cara meminta. Jika meminta, biasanya maka yang didapat oleh pelaku cuma sekedarnya saja. Suatu missal, pelaku betul-betul kepepet karena ditagih utang dan harus segera membayar. Jika seperti ini dan mengatakan hanya ingin meminta pada saat ritual, maka pelaku akan diberi oleh sang penguasa gaib sebatas besarnya utang si pelaku. Konon, hal ini tanpa tumbal apapun. Yang penting, si pelaku benar-benar tengah dikejar utang.
“Kalau berbohong, jangan harap akan diberi. Malahan bisa saja dia celaka!” Tandas Mbah Miran.
Jika saat ritual pelaku mengatakan ingin mendapat pinjaman, maka akan lain lagi nilai yang diperoleh. “Pelaku tingal menyebut angka nominal yang diinginkannya,” tambah si kakek. Dia lalu menyebutkan bahwa penguasa gaib tempat itu hanya bisa memberikan pinjaman uang tak lebih dari tiga milyar rupiah jumlahnya.
“Kalau saat meminjam pelaku menyebut angka nominal lebih dari itu, maka dapat dipastikan tidak akan dipenuhi. Masalah besar pencairannya, Eyang yang mengira-ngira. Tapi yang jelas, pasti lebih satu milyar,” cerita Mbah Miran kepada Misteri.
Ketika lebih lanjut ditanyakan tentang para pencari pesugian di tempat itu yang telah sukses, juru kunci dengan blak-blakan menyebut beberapa nama. Di antaranya, Margono warga Bodak, Purwodadi, Jawa Tengah, Adji Saputro dari Jakarta serta seorang berinisial SHD yang menurut Mbah Miran, berprofesi sebagai wartawan di Jakarta.
“Itu hanya sebagian yang saya sebutkan. Yang jelas, banyak sekali yang sukses. Dan yang jelas lagi, dari yang sukses itu ada juga wartawan. Tapi jangan tersinggung lho, Mas!” Tutur juru kunci dengan nada setengah bercanda.
Masih menurut cerita Mbah Miran, walau tempat itu sering didatangi para pencari pesugihan yang menginginkan uang tunai, baik itu yang pinjam milyaran rupiah maupun yang diberi secara cuma-cuma, tapi dana yang bersedia di Bank Gaib Punden Boja, takkan habis dalam waktu dekat ini. Pasalnya, menurut Mbah Miran, di tempat tersebut, tersedia uang tunai sebanyak tiga kontainer besar.
“Hingga kini, yang dibuka baru satu kontainer. Itupun belum ada sepersepuluh dari isi container itu yang telah dipinjamkan kepada para nasabah,” tandas Mbah Miran yang mengaku bisa melihat keberadaan uang tersebut dengan kekuatan mata batinnya.
Bahkan, menurutnya lagi, di bank gaib tersebut juga ada sistem seperti juga layaknya ada sistem administrasi yang berlaku di sebuah bank di alam manusia.
“Bank gaib itu juga punya karyawan. Para karyawan itu umumnya adalah mantan pelaku pesugihan yang telah dis waktunya, dan harus mengabdi di alam gaib Punden Boja. Nah, mereka inilah yang mendata besarnya pinjaman serta kapan waktu pengembaliannya bagi para nasabah baru,” cerita Mbah Miran.
“Yang jadi karyawannya adalah mantan nasabah yang sudah meninggal. Mereka yang kemudian disuruh mendata para nasabah baru. Termasuk mencatat kapan waktu pengembaliannya. Kalau masalah pencairan, Eyang sendiri yang mengantar ke rumah nasabah.” Jelas Mbah Miran ketika Misteri mendesaknya lagi. Yang disebutnya sebagai Eyang adalah penguasa gaib tempat itu.
Seperti halnya tempat pesugihan ditempat lain, pesugihan Bank Gaib Punden Boja juga meminta tumbal nyawa. Namun menurut juru kunci, penguasa gaib tempat itu, tidak mau diberi tumbal nyawa orang lain, walau itu keluarga si pelaku. Yang diinginkan oleh sang penguasa, nyawa pelaku sendiri.
“Namun hal ini berlaku jika pelaku tak mampu mengembalikan pinjaman tepat waktu!” Tandas Mbah Miran.
Menurut perkiraan Misteri, sebenarnya ada perbedaan yang signifikan antara tumbal nyawa di tempat pesugihan lain dengan Bank Gaib Punden Boja. Jika di tempat lain biasanya pelaku akan menjadi abdi sang penguasa gaib sebelum takdirnya tiba, tapi tidak demikian di tempat ini. Menurut juru kunci, biasanya pelaku diberi kesempatan hingga usia pelaku maksimal 90 tahun untuk mengembalikan pinjaman. Dalam kurun waktu itu, jika pelaku mampu mengembalikan dengan utuh pinjamannya yang tanpa bunga, maka akan bebas. Atau dengan kata lain, pelaku takkan menjadi abdi sang penguasa gaib.
“Namun menurut kejadian yang sudah-sudah, semua pelaku tak ada yang mampu mengembalikan dengan utuh,” terang Mbah Miran lagi.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Menurutnya, walau ketika dari rumah uang yang akan dikembalikan di hitung genap sesuai besarnya pinjaman semula, tapi sesampainya di areal Bank Gaib Punden Boja, uang itu pasti sudah berkurang jumlahnya. Hemat Misteri, barangkali inilah cara para iblis yang bersemayam di sana untuk menjerat para korbannya agar menjadi hamba-hamba sesat dan menghuni alam kegelapan.
“Selama saya jadi juru kunci kurang lebih 30 tahun, tak seorangpun nasabah yang mampu mengembalikan pinjaman dengan utuh. Memang saat dihitung di rumah nilainya genap sejumlah pinjaman awal. Tapi setelah sampai di sini, jumlahnya pasti berkurang,” terangnya lagi.
Karena setelah dihitung kembali jumlahnya tidak sesuai dengan pinjaman semula, maka sang penguasa gaib tidak mau menerima pengembalikan. Walau begitu, sang penguasa gaib tidak langsung serta merta mengambil nyawa pelaku dalam waktu dekat. Karena penguasa gaib hanya mau mengambil nyawa pelaku dan dijadikan abdi jika takdir pelaku telah tiba. Maksudnya, kontrak umurnya memang sudah sampai.
“Enaknya ya…itu. Pelaku hanya diambil oleh Eyang jika takdinya sudah tiba. Kalau belum takdinya, ya dibiarkan. Tapi biasnya, para pelaku pencari pesugihan di tempat ini, umurnya justru panjang. Bahkan ada yang mencapai 90 tahun. Karena itu merupakan batas akhir yang diberikan oleh Eyang.” Papar Mbah Miran.
Cerita Mbah Miran, jika benar, barangkali memang bisa menggiurkan mereka yang punya keinginan cepat kaya tapi dengan pikiran pendek dan sesat. Sebenarnya, dari mana saja para pelaku pencari pesugihan di tempat ini? Menurut Miran, rata-rata pelaku berasal dari luar daerah setempat. Ada yang dari Jakarta, Bandung, serta luar Jawa.
RADEN SUBAKIR – DEWI AMINI
Siapa sebenarnya sosok gaib penghuni pohon kamboja yang telah berusia kurang lebih 450 tahun itu? Menurut juru kunci, yang menjadi penguasa gaib Bank Gaib Punden Boja adalah Raden Subakir dan isterinya yang bernama Dewi Amini.
Semasa hidupnya, mereka merupakan keturunan darah biru. Mereka juga dikenal sebagai saudagar yang kaya raya pada zamannya. Suatu ketika mereka pergi merantau ke tanah Jawa untuk berdagang. Setibanya di tanah Jawa, mereka kemudian menetap di kerajaan Pajang yang saat itu dipimpin oleh rajanya bernama Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir.
Setelah sekian lama menikmati kemakmuran kerajaan Pajang lewat kegiatan bisnisnya, di tempat mereka menetap terjadi huru-hara besar, yakni pertempuran antara Pajang melawan Mataram, yang ketika dipimpin oleh rajanya bernama Panembahan Senopati. Padahal sebelumnya, Panembahan Senopati yang mempuyai nama kecil Sutawijaya, pernah menjadi seorang abdi di Pajang. Kemudian dia mendirikan kerajaan sendiri, dan Jaka Tingkir yang telah membesarkannya. Kemudian justru di serang. Ketika masih di Pajang, Panembahan Senopati diangkat sebagai putera angkat oleh Jaka Tingkir.
Penyerangan tersebut dilakukan oleh Panembahan Senopati, semata-mata untuk memenuhi ambisi politiknya untuk memperluas wilayah kekuasaan.
Karena situasi yang kurang mendukung, kemudian Raden Subakir beserta isterinya memilih untuk mengungsi ke arah timur. Perjalanannya kali ini bersama para bangsawan Pajang yang tidak mau mengakui kekuasaan Panembahan Senopati. Salah satu pangeran dari Pajang yang menyingkir bersama keduanya yakni seorang bernama Pangeran Timur.
Konon, sesampainya di Madiun, Jawa Timur, mereka sudah tidak bersama lagi. Raden Subakir dan isterinya memilih menetap di Ngawi, sementara Pangeran Timur memilih menetap di Madiun. Bahkan, Pangeran Timur kemudian menjadi Bupati Madiun yang pertama dengan gelar Adipati Ronggo Jumeno.
Tak lama setelah menjadi bupati, Ronggo Jumeno kemudian memberontak kepada Mataram. Konon, pemberontakan Ronggo Jumeno kepada Mataram ini terjadi karena masalah suplai logistic yang tidak adil.
Sementara itu, Raden Subakir dan isterinya saat mengungsi membawa serta seluruh harta berharga yang mereka miliki. Terutama barang-barang yang terbuat dari emas. Bahkan disebut-sebut, barang yang terbuat dari emas milik keduanya, jumlahnya mencapai puluhan peti.
Tak jarang, selain menyuplai logistik untuk pasukan Ronggo Jumeno dalam perang melawan Mataram, Raden Subakir dan Dewi Amini turut serta di dalam medan pertempuran. Karena memang sebenarnya keduanya juga orang sakti. Apalagi, jarak antara Madiun-Ngawi di mana keduanya tinggal, hanya terpaut sekitar 25 Km.
Walau bisa dikatakan sebagai rekan seperjuangan, ketika meninggal, keduanya tidak mau dimakamkan di komplek pemakaman para bangsawan Madiun. Ketika wafat, keduanya dimakamkan di Ngawi.
Dikisahkan, mereka dikubur bersama harta bendanya yang melimpah itu. Makam mereka tanpa batu nisan, kecuali sebuah pohon kamboja yang tertanam di atas pusaranya. Pohon kamboja inilah yang kemudian oleh warga disebut Bank Gaib Punden Boja.
Lalu bagaimana kedua sosok yang telah dimakamkan ini kemudian membuka bank gaib? Masih menurut juru kunci, walau secara kasat mata keduanya telah meninggal, tapi pada hari-hari tertentu mereka muncul di toko-toko emas yang ada di wilayah Ngawi dan sekitarnya, termasuk Madiun, Magetan serta Ponorogo.
Kemunculan kedua sosok ini, hanya untuk menjual emas miliknya ketika masih hidup. “Menurut pengalaman saya, Raden Subakir dan isterinya telah menjual emas ke toko-toko sejak era tahun 40-an atau ketika Indonesia belum merdeka. Uang hasil penjualaan emas inilah, yang kemudian di simpan dalam tiga gedung besar seperti kontainer dan kemudian dipinjamkan kepada para nasabah dari bangsa manusia, dengan persyaratan khusus,” papar Mbah Miran dengan bersungguh-sungguh.
Kalau benar begitu, bukankah uang hasil penjualan zaman dulu sekarang sudah tidak berlaku lagi? Padahal, yang dipinjamkan ke para nasabah, tentu adalah uang yang masih harus berlaku saat ini?
“Eyang juga punya tabungan di bank bangsa manusia. Karena itu, uangnya juga mengikuti zaman yang ada!” Jawab Mbah Miran.
Melihat Misteri yang kebingungan, dia lalu menambahkan, “Namanya juga sosok gaib. Apa yang tidak mungkin bagi kita, sangat mudah bagi Eyang.”
Sayangnya, Misteri tidak memperoleh informasi bagaimana cara pinjaman dikembalikan. Kalau harus dalam bentuk uang chas, lantas dikemanakan uang tersebut?
Satu hal lagi, Mbah Miran enggan menceritakan mengapa dirinya tetap hidup miskin, padahal dia sudah puluhan tahun diangkat sebagai penghubung Bank Gaib Punden Boja. Hanya, sekali waktu dia menyela dengan nada kurang suka, “Kalau saya mau kaya, itu mudah bagi saya. Tapi, saya lebih suka hidup seperti ini.”
Benarkah? Semuanya memang terbungkus misteri…!
Macam2 Pesugihan dan cara kerjanya
02:39 | Diposkan oleh
Admin

Pertama tama ane mohon maaf kalo terpaksa cerita tentang berbagai pengalaman ane seputar pesugihan dari yang tidak beresiko hingga yang beresiko paling fatal bagi orang yang menjalankannya dikarenakan TS ingin membantu sesama yang sedang mengalami kesusahan dan sangat memerlukan bantuan untuk memperoleh modal khususnya bagi pengusaha yang sedang mengalami masa resesi yang berkepanjangan.
Pesugihan ini kebanyakan berasal dari tanah jawa dan sudah turun temurun diwariskan kepada generasi sekarang, sudah banyak yang berhasil termasuk seorang syekh yang sangat populer kontroversial karena melanggar undang undang perkimpoian juga pernah menggunakan salah satu pesugihan yang ane jelaskan di bawah ini.
Mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar resikonya :
Uang PP ( Pulang pergi )
Uang pinjaman dari bank ghoib berupa mata uang rupiah pecahan 100ribu yang digunakan untuk belanja, tujuannya untuk memperoleh uang kembalian dan hanya bisa digunaka sampai kita mendapatkan uang kembalian senilai total 2miliar rupiah, bisa digunakan dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore setiap hari.
Uang PP itu harus dikembalikan kepada bank ghoib pada saat kita telah mendapatkan uang 2 miliar dari hasil kembalian selama kita belanja.
Jadi yang dikembalikan yah hanya uang ghoib yang 100ribu aja, lainnya dah syah milik kita, tidak ada tumbal gan, karena uang yang kita dapatkan adalah 100% uang dari hasil penarikan dana orang2 kaya yang tidak mau berzakat.
Uang PP ada 2 jenis, besar dan kecil, kalo besar maharnya 50juta bisa mendapatkan hasil 2Miliar, bisa dipakai dalam jam 7 pagi sampai jam 4 sore, setelah hasil 2miliar kita dapatkan maka uang ghoib yang 100ribu tadi HARUS DIKEMBALIKAN kalo tidak bakal dapat kesusahan.
Uang PP yang kecil yaitu mahar 3juta, hasilnya sekali belanja hanya bisa untuk 30X belanja dalam sehari. Hanya bisa digunakan dalam 1 bulan. Setelah 1 bulan uang PP bisa balik sendiri ke bank ghoib tanpa kita repot2 balikin. Uang PP jenis ini biasanya untuk yang bermodal kecil tapi yang jelas hasilnya luar biasa.
Uang MT ( uang meteng )
Salah satu metode pesugihan yang menumbalkan janin dan bapak si janin, biasanya yang dikorbankan adalah anak dari hasil hubungan gelap dan juga si pelaku yang menghamili gadis dan tidak mau bertanggung jawab. Dengan bantuan penunggu alam ghoib, mengorbankan nyawa si jabang bayi dan bapak yang tidak bertanggung jawab. Hasil dari ritual ini adalah mendapatkan bantuan dari bank ghoib sebesar minimal 1 Miliar rupiah hingga 10 Miliar rupiah, cara dan syarat dapat ditanyakan langsung via email ato PM.
Kalo ada neh korban perkosaan, cewe hamil yang cowo tidak mau tanggung jawab daripada digugurkan secara sia sia, lebih baik dicarikan jalan keluar melalui ritual ini, modal ane siap bantu tapi ane cuma minta kompensasi aja. Keterangan lebih lanjut bisa PM ato email.
Uang JM ( jual musuh )
Metode ini biasanya dipakai hanya untuk orang orang yang merasa dilecehkan dan disakiti hatinya oleh orang lain yang kita anggap musuh. Kita mengorbankan musuh kita kepada bank ghoib untuk sejumlah dana, musuh yang kita korbankan haruslah benar benar musuh yang sekiranya sudah tidak termaafkan lagi, jangan sampai kita menyesal setelah ritual selesai sudah tidak bisa dibatalkan. Biasanya nilai minimal 1Miliar
Uang Jual Bojo
Bagi para istri yang punya suami suka menyeleweng, menyengsarakan istri dan anak, tidak bertanggung jawab pada keluarga maka bagi para istri bisa menjual suaminya ke bank ghoib dengan nilai sebesar 1,5Miliar hingga 4Miliar.
Uang Pinjaman (Utang Ghoib)
Kita memperoleh pinjaman dari bank ghoib dengan jaminan orang yang kita sayangi, biasanya anak kita. Hanya akan ada kejadian apabila kita tidak mampu mengembalikan pinjaman setelah waktu yang ditetapkan bersama selesaai. Biasanya minimal pinjaman itu besarnya 1,5Miliar
Buto Ijo (pesugihan untuk usaha)kan membuat perjanjian dengan buto ijo dengan imbalan jasa yang diminta adalah mereka harus menyediakan kamar khusus untuk ritual dan juga tidak boleh diganggau oleh siapapun. Mereka bisa membuat perjanjian dengan khodam buto ijo kapan deadline pinjaman dari buto ijo dan juga buto ijo harus diberi makan manusia setiap tahun. Biasanya kita harus mencarikan tumbal setiap tahun sekali dan apabila kita gagal maka kita ato keluarga kita yang akan menjadi santapan buto ijo. Penghasilan dari buto ijo untuk kita adalah 1,5Miliar tiap tahun sampe 7 turunan apabila keturunan kita juga bisa ngerawat.
Buto ijo itu jorok sekali karena kamar tempat tinggalnya tidak boleh dibersihkan, apabila rusak parahpun tidak boleh direhab, jika agan melanggar maka nyawa keluarga yang menjadi taruhannya. Sangat berbahaya dan tidak dianjurkan.
Jaran Penoleh
Ilmu pesugihan yang aman karena tidak perlu disediakan tumbal oleh majikan dan tidak perlu menyediakan ruangan khusus bagi kita. Kita harus membuka usaha angkutan umum bis, dan diberi gambar kuda. Untuk tumbalnya jaran penoleh ini akan mencari sendiri di jalan dengan cara kecelakaan lalu lintas.
HAsilnya setiap tahun kita dapat bantuan sebesar 1,5Miliar setelah ada kecelakaan.
Bulus Putih
Ini satu satunya pesugihan yang tidak pake tumbal tumbalan, tapi istri kita di bagian PIPI akan ada tanda khusus berwarna putih seperti PANU, kita dapat uang tiap tahun sebesar 1,6 Miliar.
Manuk Dadali Putih
Ini sejenis dengan Jaran Penoleh namun biasanya di body bus berciri gambar burung.
Semua pesugihan yang tersebut di atas kecuali uang PP membutuhkan mahar minyak dan sebagian daerah juga ada yang minta tebusan kerbau 2 ekor ato kambing putih yang bagian perutnya ada gelang warna hitam melingkar sebagai persembahan.
Sementara ini dulu aja yah, ntar besok ditambahin lagi.
Jasa Pesugihan, pinjaman gaib, Pindah janin Jual Musuh
21:04 | Diposkan oleh
Admin

Solusi bagi anda yang sedang banyak hutang, hidup miskin , patah hati, banyak musuh, Saya akan mengantar anda untuk meraih semua yang anda impikan dalam hidup, seperti uang banyak, wanita cantik dll. dibawah ini paket pesugihan yang saya tawarkan bagi anda yang ingin merubah nasib :
1. Pesugihan Nyi Blorong
2. Pesugihan Buto Ijo
3. Pesugihan Tuyul
4.Pesugihan Tanpa Tumbal
5.Pinjaman Uang Gaib
6.Pesugihan Tumbal Musuh
7.Pelet Batu Cobong
8. Pelet Mustika Kecubung
9. Pindah Janin Secara gaib
10. Jual Musuh
Jika anda berminat dan ingin sukses dalam hidup, silahkan hubungi saya (Mbah Bari )
Hp : 085228061883 sms ok
Mahar Rp: 300.000 – Rp; 700.000
KAMI SIAP MEMBANTU ANDA 24Jam Non Stop
Ritual Seks dan Pesugihan Gunung Kemukus
08:06 | Diposkan oleh
Admin
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">


Entah benar atau tidak berita/ cerita tentang adanya Ritual Seks dan Pesugihan di Gunung Kemukus ini yang pasti yang namanya seks dengan bukan pasangan sah adalah tidak benar menurut ajaran agama manapun apapun itu alasannya, terlebih untuk pesugihan wah dosanya dobel, udah musyrik zina lagi :P
Dikutip dari liputan6.com berikut berita Ritual Seks dan Pesugihan Gunung Kemukus.
Ritual Seks gunung kemukusGunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Kawasan itu dikenal bukan karena keindahan alamnya. Ratusan bahkan ribuan dari berbagai kota datang ke sana hanya untuk berziarah dan ritual pesugihan. Pelaksanaan ritual sebenarnya bisa dilaksanakan setiap hari. Namun, terdapat hari-hari tertentu yang dipercaya membawa berkah tersendiri. Misalnya, saat malam Jumat Pon dan malam Satu Suro.
Lokasi utama yang dituju para peziarah adalah makam Pangeran Samudro dan para pengawalnya. Konon, Pangeran Samudro adalah seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit. Tapi ada pula yang menyebut dia dari zaman Pajang. Dia jatuh cinta kepada ibu tirinya, Dewi Ontrowulan. Ayahnya yang mengetahui hubungan anak-ibu itu menjadi murka. Pangeran Samudro lantas diusir. Dalam kenastapaannya, dia mencoba melupakan kesedihannya dengan melanglang buana. Akhirnya ia sampai ke Gunung
Kemukus.
Tak lama kemudian, sang ibu menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan. Namun nahas, sebelum sempat berhubungan badan, penduduk sekitar memergokinya. Keduanya dirajam beramai-ramai hingga akhirnya tewas. Keduanya kemudian dikuburkan dalam satu liang lahat di gunung itu. Tapi menurut cerita, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan. Ia berujar,"siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya".
Ada pula yang meyakini kuburan itu adalah milik Syeikh Siti Djenar. Dia dihukum para wali karena dianggap menyebarkan ajaran sesat. "Dia dieksekusi di situ," kata KRHT Kresno Handayaningrat, tokoh budaya setempat.
Memang, tak ada catatan sejarah mengenai sosok Pangeran Samudro. Namun, mitos telah telanjur berkembang. Orang yang mengunjungi makam Sang Pangeran dipercaya memperoleh berkah, berupa jabatan dan harta kekayaan.
Tentu saja menjalankan ritual pesugihan di tempat itu adalah hak masing-masing peziarah. Sayangnya, ritual itu kemudian berkembang dengan bumbu seks bebas yang dilakoni sebagian peziarah. Lagi-lagi kegiatan menyimpang tersebut dipengaruhi mitos. Pangeran Samudero juga berbuat yang sama dengan ibu tirinya di sana.
Nanti malam adalah malam Jumat Pon. Para peziarah mulai bersiap untuk melakukan ritual pesugihan di Makam Pangeran Samudro. Sebelum memasuki arel makam, para peziarah harus mengunjungi Sendang Ontrowulan dan Sendang Taruno. Di sana, mereka membersihkan diri, seperti yang dilakukan Dewi Ontrowulan ketika akan menemui Pangeran Samudro.
Jika pembersihan diri telah dilaksanakan, para penziarah menemui kuncen Sendang. Mereka meminta restu dan mengutarakan permintaan sebelum mendatangi makam. Saat itu, sebagian peziarah membawa pasangan di luar nikah. Kelak, beberapa pasangan dadakan tersebut akan berhubungan seks yang dipercaya sebagai prasyarat ritual.
Lain lagi menurut Hasto Pratomo, juru kunci atau kuncen senior makam. "Tidak ada syarat tertentu hanya bawa bunga. Dengan panduan juru kunci kita berdoa. Tawassul atau tahlil supaya dapat barokah," kata dia.
Kini, tiba saatnya bagi para peziarah untuk melaksanakan ritual di makam Pangeran Samudro. Tidak ada panduan resmi, bagaimana ritual harus dilakukan. Yang jelas, para peziarah harus menyampaikan maksud kedatangan dan mengutarakan permintaan yang diinginkan. Tentu saja, tidak semua peziarah melakukan seks bebas usai melakukan ritual di makam Sang Pangeran. Namun, tak sedikit di antara mereka melakukan hal itu.
Bagi peziarah yang percaya harus melakukan seks bebas di sekitar komplek makam, tersedia kamar-kamar yang disewakan. Jika kebetulan tidak mempunyai pasangan dadakan, para penyedia jasa penyewaan kamar juga menyediakan wanita teman kencan. "Awalnya malu, tapi kalau dua kali tiga kali sudah biasa dan seperti suami isteri," Miswan, seorang peziarah.
Mitos tentang seks bebas sebagai prasyarat pesugihan di Gunung Kemukus akhirnya menyuburkan prostitusi. Para pekerja seks komersial menjadi teman kencan bagi para penziarah yang tidak mempunyai pasangan. Tak ada yang melarang aktivitas seks atau sekedar minum minuman keras dan berjudi di sana. "Meski ada plang larangan judi, asusila, dan minum, buktinya tidak apa-apa," kata Wuni, seorang PSK.
Masyarakat di sana juga tidak merasa terganggu. Apalagi, mereka mendapatkan uang dari aktivitas itu. "Pendapatan masyarakat dari sewa, jual makanan. Masalah gituan tidak ada masalah," ujar Dharmanto, kepala Dusun Kemukus.
Prostitusi sebagai dampak mitos ritual seks bebas di Gunung Kemukus sebenarnya telah disadari pemerintah dan kepolisian Sragen. Namun, sejauh ini kedua instansi tak berdaya karena keuntungan ekonomis dari kegiatan tersebut telah menjadi sumber pendapatan warga sekitar.
Meski demikian, bukan berarti aktivitas itu dibiarkan. "Kita tidak mungkin melakukan secara frontal, harus ada pembelajaran yang manusiawi dengan mengangkat kesejahteraan warga," tutur Kepala Kepolisian Sragen Ajun Komisaris Besar Polisi Charles Ngili.
Informasi Seputar Pesugihan Gunung Kawi
07:57 | Diposkan oleh
Admin

Dalam masalah pesugihan, sebelumnya pernah membahas tentang Ritual Mesum Pesugihan Gunung Kemukus, kali ini membahas mitos seputar Pesugihan Gunung Kawi. Disaat orang banyak disibukkan dengan kesulitan ekonomi, kadang semua cara digunakan termasuk diantaranya adalah ritual pesugihan.
Ada yang mencari uang dengan bisnis internet, namun karena tidak sedahsyat denga pesugihan maka bagi orang yang malas akhirnya lebih memilih pesugihan. Mitos Pesugihan Gunung Kawi memang dikenal sebagai tempat untuk mencari kekayaan (pesugihan).
Konon, barang siapa melakukan ritual dengan rasa kepasrahan dan pengharapan yang tinggi maka akan terkabul permintaannya, terutama menyangkut masalah kekayaan. Mitos seputar pesugihan Gunung kawi ini diyakini banyak orang, terutama oleh mereka yang sudah merasakan "berkah" berziarah ke Gunung Kawi. Namun bagi kalangan rasionalis-positivis, hal ini merupakan isapan jempol belaka.
Biasanya lonjakan pengunjung yang melakukan ritual terjadi pada hari Jumat Legi (hari pemakaman Eyang Jugo) dan tanggal 12 bulan Suro (memperingati wafatnya Eyang Sujo). Ritual dilakukan dengan meletakkan sesaji, membakar dupa, dan bersemedi selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan hingga berbulan-bulan.
Di dalam bangunan makam, pengunjung tidak boleh memikirkan sesuatu yang tidak baik serta disarankan untuk mandi keramas sebelum berdoa di depan makam. Hal ini menunjukkan simbol bahwa pengunjung harus suci lahir dan batin sebelum berdoa.
Selain pesarean sebagai fokus utama tujuan para pengunjung, terdapat tempat-tempat lain yang dikunjungi karena 'dikeramatkan' dan dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk mendatangakan keberuntungan, antara lain:
1. Rumah Padepokan Eyang Sujo
Rumah padepokan ini semula dikuasakan kepada pengikut terdekat Eyang Sujo yang bernama Ki Maridun. Di tempat ini terdapat berbagai peninggalan yang dikeramatkan milik Eyang Sujo, antara lain adalah bantal dan guling yang berbahan batang pohon kelapa, serta tombak pusaka semasa perang Diponegoro.
2. Guci Kuno
Dua buah guci kuno merupakan peninggalan Eyang Jugo. Pada jaman dulu guci kuno ini dipakai untuk menyimpan air suci untuk pengobatan. Masyarakat sering menyebutnya dengan nama 'janjam'. Guci kuno ini sekarang diletakkan di samping kiri pesarean. Masyarakat meyakini bahwa dengan meminum air dari guci ini akan membuat seseorang menjadi awet muda.
3. Pohon Dewandaru
Di area pesarean, terdapat pohon yang dianggap akan mendatangkan keberuntungan. Pohon ini disebut pohon dewandaru, pohon kesabaran. Pohon yang termasuk jenis cereme Belanda ini oleh orang Tionghoa disebut sebagai shian-to atau pohon dewa. Eyang Jugo dan Eyang Sujo menanam pohon ini sebagai perlambang daerah ini aman.
Untuk mendapat 'simbol perantara kekayaan', para peziarah menunggu dahan, buah dan daun jatuh dari pohon. Begitu ada yang jatuh, mereka langsung berebut. Untuk memanfaatkannya sebagai azimat, biasanya daun itu dibungkus dengan selembar uang kemudian disimpan ke dalam dompet.
Namun, untuk mendapatkan daun dan buah dewandaru diperlukan kesabaran. Hitungannya bukan hanya, jam, bisa berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Bila harapan mereka terkabul, para peziarah akan datang lagi ke tempat ini untuk melakukan syukuran.
Siapakah sesungguhnya Eyang Jugo dan Eyang Sujo?
Yang dimakamkan dalam satu liang lahat di pesarean Gunung Kawi ini? Menurut Soeryowidagdo (1989), Eyang Jugo atau Kyai Zakaria II dan Eyang Sujo atau Raden Mas Iman Sudjono adalah bhayangkara terdekat Pangeran Diponegoro. Pada tahun 1830 saat perjuangan terpecah belah oleh siasat kompeni, dan Pangeran Diponegoro tertangkap kemudian diasingkan ke Makasar, Eyang Jugo dan Eyang Sujo mengasingkan diri ke wilayah Gunung Kawi ini.
Semenjak itu mereka berdua tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi mengubah perjuangan melalui pendidikan. Kedua mantan bhayangkara balatentara Pangeran Diponegoro ini, selain berdakwah agama islam dan mengajarkan ajaran moral kejawen, juga mengajarkan cara bercocok tanam, pengobatan, olah kanuragan serta ketrampilan lain yang berguna bagi penduduk setempat. Perbuatan dan karya mereka sangat dihargai oleh penduduk di daerah tersebut, sehingga banyak masyarakat dari daerah kabupaten Malang dan Blitar datang ke padepokan mereka untuk menjadi murid atau pengikutnya.
Setelah Eyang Jugo meninggal tahun 1871, dan menyusul Eyang Iman Sujo tahun 1876, para murid dan pengikutnya tetap menghormatinya. Setiap tahun, para keturunan, pengikut dan juga para peziarah lain datang ke makam mereka melakukan peringatan. Setiap malam Jumat Legi, malam eninggalnya Eyang Jugo, dan juga peringatan wafatnya Eyang Sujo etiap tanggal 1 bulan Suro (muharram), di tempat ini selalu diadakan erayaan tahlil akbar dan upacara ritual lainnya. Upacara ini iasanya dipimpin oleh juru kunci makam yang masih merupakan para keturunan Eyang Sujo.
Tidak ada persyaratan khusus untuk berziarah ke tempat ini, hanya membawa bunga sesaji, dan menyisipkan uang secara sukarela. Namun para peziarah yakin, semakin banyak mengeluarkan uang atau sesaji, semakin banyak berkah yang akan didapat. Untuk masuk ke makam keramat, para peziarah bersikap seperti hendak menghadap raja, mereka berjalan dengan lutut.
Hingga dewasa ini pesarean tersebut telah banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka bukan saja berasal dari daerah Malang, Surabaya, atau daerah lain yang berdekatan dengan lokasi pesarean, tetapi juga dari berbagai penjuru tanah air. Heterogenitas pengunjung seperti ini mengindikasikan bahwa sosok kedua tokoh ini adalah tokoh yang kharismatik dan populis.
Namun di sisi lain, motif para pengunjung yang datang ke pesarean ini pun sangat beragam pula. Ada yang hanya sekedar berwisata, mendoakan leluhur, melakukan penelitian ilmiah, dan yang paling umum adalah kunjungan ziarah untuk memanjatkan doa agar keinginan lekas terkabul.
Wisata Ziarah Pesugihan Gunung Kawi
"Gunung tidak perlu tinggi asal ada dewanya."
Pepatah populer di kalangan warga Tionghoa ini bisa menjelaskan kenapa Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sangat populer. Kawi bukan gunung tinggi, hanya sekitar 2.000 meter, juga tidak indah. Tapi gunung ini menjadi objek wisata utama masyarakat Tionghoa.
Tiap hari ratusan orang Tionghoa, termasuk orang pribumi naik ke Gunung Kawi. Masa liburan plus cuti bersama Lebaran ini sangat ramai. Karena terkait dengan kepercayaan Jawa, Kejawen, maka kunjungan biasanya dikaitkan dengan hari-hari pasaran Jawa: Jumat Legi, Senin Pahing, Syuro, dan Tahun Baru.
"Pokoknya selalu ramai, Mas," ujar Syaikoni (nama samaran) salah satu seorang pemandu wisata. Syaikoni memang tidak salah, saat berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju pusat wisata utama (makam dan kelenteng), terlihat lautan manusia. Macam pasar malam. Pengemis ada sekitar seratus orang (anak-anak sampai orang tua). Toko-toko souvenir berdempetan hingga pesarehan.
Penginapan, kata Syaikoni, lebih dari 10 buah, dengan tarif Rp 30.000 hingga Rp 200.000. Restoran Tionghoa yang menawarkan sate babi dan makanan tidak halal (buat muslim) cukup banyak. Tukang ramal nasib. Penjual kembang untuk nyekar. Penjual alat-alat sembahyang khas Tionghoa. Belum lagi warung nasi dan sebagainya.
"Gunung kok ramai begini kayak di kota?" tanya salah seorang pengunjung yang baru pertama kesana pada Syaikoni.
"Gunung Kawi yang begini ini. Fasilitasnya sudah direnovasi oleh yayasan, ya, pakai uang sumbangan pengunjung. Mereka yang dapat rezeki, usahanya lancar, sumbang macam-macam. Akhirnya, dibuat bagus seperti sekarang," tutur Syaikoni, 33 tahun, asli Wonosari.
Dia sudah beberapa tahun menjadi pemandu wisata sekaligus pembawa barang-barang pengunjung. Syaikoni tahu banyak seluk-beluk Gunung Kawi. Usai kunjungan, kita bebas memberikan tips kepadanya. Tidak pakai tarif-tarifan buat guide ala Gunung Kawi.
Apa yang dicari orang-orang di Gunung Kawi? Kekayaan? Rezeki? Usaha lancar? Macam-macam niat orang. "Ya, kita olang mo beldoa semoga dikasih rejeki. Pokoke, usaha kita olang lancal lah," ujar seorang ibu asal Surabaya dengan logat khasnya tionghoa.
Jawaban sejenis disampaikan pengunjung lain. Karena itu, warga Jawa Timur kerap mencitrakan Gunung Kawi sebagai tempat pesugihan. Tapi, bagi kalangan kejawen, penggiat budaya Jawa, Gunung Kawi lebih dilihat sebagai tempat pelestarian budaya Jawa. Banyak ritual kejawen diadakan di sini secara teratur dan diikuti aktivis budaya Jawa di seluruh Pulau Jawa.
Kalau masuk makam dua makam tokoh yang telah dijelaskan diatas, pengunjung harus membeli kembang. Sebelumnya, bayar retribusi untuk Desa Wonosari Rp 2.000. Lalu, menyerahkan KTP (kartu tanda penduduk) atau identitas lain pada satpam untuk didaftar nama dan alamat. Sumbang lagi uang tapi sukarela. Jangan kaget kalau anda menjumpai banyak sumbangan atau retribusi di aset wisata Kabupaten Malang ini.
Saat saya masuk ke kompleks Gunung Kawi, hampir 99 persen warga keturunan Tionghoa. Anak-anak, remaja, profesional muda, hingga kakek-nenek. Orang-orang itu bersembahyang layaknya di kelenteng. Masuk ke makam, jalan keliling makam, sambil membuat gerakan menyembah macam di kelenteng. Tidak ada arahan atau instruksi, mereka semua melakukan gerakan-gerakan itu.
Hampir tidak ada Tionghoa itu yang beragama Islam. Kok begitu menghormati dan sembahyangan di depan makam Imam Soedjono dan Mbah Djoego? Apa mereka tahu siapa yang dimakamkan di situ? Belum lagi kalau kita bahas secara teologi Islam atau Kristiani tentang boleh tidaknya melakukan ritual di Gunung Kawi.
"Memang, Mas, semua orang yang datang pertama kali di Gunung Kawi pasti bertanya begitu. Saya juga nggak tahu kenapa. Yang jelas, sejak dulu ya begitu. Kalau sudah tradisi dan kepercayaan orang, ya, mau apa lagi?" kata Syaikoni dengan sangat sopan.
Para pemandu wisata di Gunung Kawi berusaha tidak menyinggung kepercayaan atau agama orang lain. Selain sensitif, mereka tak ingin bisnis mereka terganggu. Harus diakui, warga Desa Wonosari mendapat banyak berkah dari objek wisata Gunung Kawi. Tak sedikit penduduk mengais rezeki di kawasan Gunung Kawi mulai pemandu wisata, penjual bunga, warung, satpam, parkir, dan sebagainya.
Selain berdoa sendiri-sendiri, Yayasan Gunung Kawi menawarkan paket ritual tiga kali sehari: pukul 10.00, pukul 15.00, pukul 21.00. Ritual ini dipimpin dukun atau tukang doa setempat, namun harus pakai sesajen untuk selamatan. Siapa yang mau ikut harus mendaftar dulu di loket.
Tarif barang-barang selamatan ditulis jelas di loket yang bagus. Ada dua tipe selamatan agar keinginan anda (dapat rezeki, usaha lancar) tercapai. Bagi mereka yang percaya.
Pesugihan Gunung Kawi
Pengunjung antre membeli keperluan ritual
Berapa tarif selamatan? Berikut beberapa item yang umum digunakan, dan harga mengikuti kurs tentunya hehe..
* Minyak tanah Rp 60.000
* Solar Rp 100.000
* Minyak goreng Rp 250.000
* Beras Rp 400.000
* Kambing Rp 500.000
* Sapi Rp 7.500.000
* Ayam Rp 25.000
* Wayang kulit Rp 750.000
* Ruwatan Rp 4.000.000
(Masih ditambah beberapa elemen lain yang sudah tentu menguras dompet pengunjung. Toh, antrean sangat panjang dari saudara-saudari kita yang hendak memburu rezeki di Gunung Kawi)
Melihat nilai rupiah itu, benar-benar membuat kita geleng-geleng kepala. Berdoa kok mahal amat? Apa ada jaminan jadi kaya? Apa Tuhan perlu begitu banyak sayur, makanan, daging, wayang kulit, ruwatan...? Kalau kita miskin, tak punya uang, apa harus utang untuk membeli barang-barang itu?
"Itu terserah pengunjung, Mas. Mereka yang percaya ya, nggak akan keberatan," jelas Syaikoni sambil tersenyum.
Di luar kompleks makam, ada Kelenteng Kwan Im. Lilin-lilin merah, besar, terus bernyala. Puluhan warga Tionghoa secara bergantian berdoa di sana. Disana juga ada ciamsi, ajang meramal nasib ala Tionghoa.
Sekitar enam kilometer dari kompleks makam ada pertapaan Gunung Kawi. Jalannya bagus. Kompleks ini pun penuh dengan ornamen Tionghoa. Di ruang utama ada tiga dukun yang siap menerima kedatangan tamu, berdoa agar rezeki lancar. Tapi sebelum itu si dukun membeberkan tarif selamatan yang jutaan rupiah seperti tertera di daftar harga di atas. Ah, keluar uang lagi!
Langgan:
Entri (Atom)


